"Tadi di sentra petelur. BEP (harga jual ekonomis) ayam petelur (telur) itu Rp 14.500/kg sedangkan harga jual sekarang Rp 12.500/kg. Jadi itu minus," ungkap Menteri Pertanian Suswono saat mengunjungi sentra ayam petelur dan pemotongan ayam di Parung Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2012).
Menghadapi hal tersebut, Suswono menjelaskan jika para peternak ayam petelur lebih mengharapkan harga yang stabil daripada harga yang fluktuatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama Wakil Dewan Jagung Nasional Indonesia dan juga anggota Asosiasi Peternak Unggas Indonesia, Anton Supit mengaku tingginya harga pangan untuk ayam petelor membuat biaya operasional peternak menjadi naik. Menurutnya, hal tersebut diakibatkan meroketnya harga komoditas pakan ternak di dunia.
"Begini saat ini pakan tinggi karena bahan baku jagung, kedelai, bungkil kedelai itu menjadi rutunitas harga naik namun setelah lebatan harga jatuh, itu sudah menjadi rutin. Jagung ini kan komoditi kalau luar naik di sini juga naik," tambah Anton.
(hen/ang)










































