Pengusaha Protes, Gara-gara Pungli Biaya Operasional Bengkak

Pengusaha Protes, Gara-gara Pungli Biaya Operasional Bengkak

Inka Nesya - detikFinance
Sabtu, 04 Agu 2012 19:01 WIB
Pengusaha Protes, Gara-gara Pungli Biaya Operasional Bengkak
Jakarta - Dampak dari praktik pungli yang dilakukan oknum-oknum di pelabuhan membuat biaya operasional perusahaan dalam negeri membengkak. Inilah keluhan para pengusaha, yang mau tidak mau harus mengeluarkan uang lebih sebagai tambahan biaya operasional agar bisnisnya tetap lancar.

Seperti yang diakui oleh salah satu pengusaha sukses yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (4/6/2012).

β€œDengan adanya pungli itu kan jadinya high cost. Jadi ada tambahan biaya macam-macam yang harus dikeluarkan supaya barang tetap bisa keluar masuk," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biaya tambahan operasional itu khusus dianggarkan akibat pungli yang biasa terjadi di pelabuhan-pelabuhan. Dana ini dikeluarkan mulai dari memasuki wilayah pelabuhan hingga pengurusan dokumen-dokumen keluar masuk barang.

Oleh karena itu, biaya tambahan untuk pungli ini dirasakan cukup besar, apalagi ditujukan tidak hanya kepada satu oknum saja, tetapi kegiatan pungli ini diwajibkan membayar kepada beberapa pelaku yang terkait.

Besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pengusaha ini imbasnya adalah kepada harga pada produk yang ditawarkan kepada konsumen nantinya.

"Kalau bayar pungli kan selalu ada ini bikin high cost. Dampaknya nanti kita naikin harga ke konsumen karena adanya biaya macam-macam ini lah," katanya.

Imbas pungli yang dilakukan pelaku-pelaku tak bertanggung jawab itu akhirnya dirasakan juga oleh masyarakat. Pungli ini memang menjadi sebuah dilema karena tidak sedikit juga yang menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Namun, kata Sofjan, rasanya tak pantas apabila dampaknya berimbas kepada masyarakat luas sebagai konsumen pada umumnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads