Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Djoko Kirmanto menegaskan bahwa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tetap berjalan. Proyek ini segera masuk ke tahap persiapan proyek antaralain FS dan basic design.
Djoko menuturkan bahwa pemerintah melalui tim 7 yang terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan Ham, Menteri Perindustrian, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Bappenas belum memikirkan soal kepemilikan saham di PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) selaku pemrakarsa JSS.
"Oh itu nanti masih jauh, yang penting sekarang diputuskan bahwa proyeknya jalan terus," katanya di kantor PU, Senin (6/8/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenernya perubahannya tidak besar, intinya adalah meneruskan apa yang sudah dimulai, concernnya, pak menkeu itu sudah mulai diakomodasi, ternyata bisa diakomodasi kepada term of reference (TOR), perjanjian pemerintah nanti dengan pemrakarsa, jadi tidak ada perubahan," katanya.
Menurutnya hasil dari tim 7 ini akan menjadi bahan rekomendasi kepada Ketua Dewan Pengarah Pengembangan KSISS Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Nantinya akan ada Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian, ada semacam TOR dan kontrak pemerintah dan pemrakarsa.
"Ada yang permenko, ada yang masuk dalam apa term of reference, perjanjian antara badan pelaksana dengan pemrakarsa," katanya.
Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun.
(zlf/hen)











































