"Akan dibahas antisipasi dampak dari perubahan iklim terhadap produksi pertanian dan strategi pembangunannya sampai 2014," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha kepada wartawan, Senin (6/7/2012).
Rapat kabinet terbatas di Kantor Kementan, Jl R Harsono, Ragunan Jakarta Selatan akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Kementerian teknis yang jadi pesertanya selain Kementerian Pertanian Sosial, juga hadir tiga menteri koordinasi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Kepala BMKG Sri Woro dan Wapres Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah katahanan pangan terus menjadi perhatian pokok KIB II. Kasus terbaru adalah kelangkaan kedelai di pasar dalam negeri akibat kekeringan yang landa AS, Brazil dan Mexico.
Di sisi lain Indonesia kesulitan untuk menambah luas lahan pertanian. Meski ada puluhan juta hektar lahan yang dalam kondisi tidur, namun semuanya sudah ada yang memliki dan penggunaanya sebagai lahan pertanian bukan hal mudah.
"Sebenarnya sudah ada lima ratus ribu hektak lahan yang sudah kita siapkan, namun apakah itu cocok buat pertanian atau nggak, belum dipastikan," kata Kepala BPN, Hendarman Supanji.
Ihwal safari rapat kabinet terbatas ini telah Presiden SBY paparkan pada sidang kabinet paripurna pekan lalu. Sama seperti rapat kabinet yang diselenggarakan di Kantor Presiden, maka sebelum bahas solusi keputusan maka masing-masing menteri peserta rapat diminta memaparkan program kerja untuk sisa 2012, sasarannya dan solusi atas hambatan yang ada serta rekomendasi untuk kelanjutan programnya hingga akhir 2014 serta jawaban terhadap isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat luas.
"Tidak perlu melaporkan yang semua sudah ketahui dan bukan isu utama. Kalau ada yang perlu saya kritisi, maka akan saya kritisi," kata Presiden SBY dalam rapat kabinet paripurna, (19/7).
(lh/dru)










































