Situasi yang demikian bisa memicu lonjakan harga. Apakah demi menjaga stabilitas harga, opsi impor komoditas pangan pokok masih dibuka pemerintah?
"Jawabannya, adalah ya," jawab Presiden SBY usai rapat kabinet di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan bisa kita mampu membeli dari luar negeri karena mungkin lebih mudah dan murah, tapi saya tetap pilih kemandirian pangan meski alokasi anggarannya tidak kecil," tegas SBY.
Ia menuturkan berdasarkan laporan sejumlah derah pertanian di Jawa yang dilanda kekeringan. Laporan BMKG juga menyebutkan potensi terjadinya musim kemarau panjang akibat dari angin El Nino seperti pada tahun-tahun yang lalu.
"Empat tahun terakhir, kemarau panjang itu tidak terjadi. El Nina tidak seperti yang dibayangkan, masih saja ada hujan. Namun demikian kita tentu harus siap," sambung SBY.
Persiapan menghadapi kemarau panjang itu adalah menambah jaringan irigasi dan waduk. Juga menyiapkan upaya pompanisasi ke sawah-sawah di sentra produksi pertanian rawan kekeringan.
"Tentu juga antisipasi bila terjadi kegagalan panen dari komoditas tertentu. Kita pikirkan dari mana itu harus ditutup," papar SBY.
(lh/hen)










































