Pelindo II: Pungli Sudah Jadi Budaya Tapi Bisa Dihilangkan

Pelindo II: Pungli Sudah Jadi Budaya Tapi Bisa Dihilangkan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 07 Agu 2012 10:10 WIB
Pelindo II: Pungli Sudah Jadi Budaya Tapi Bisa Dihilangkan
Jakarta - Seberapa pun nilainya, mulai Rp 1.000 sampai ratusan juta rupiah, pungutan liar (pungli) tetaplah tidak bisa dibenarkan. Praktik pungli susah diberantas karena dianggap telah menjadi budaya terutama di kawasan pelabuhan.

Humas Pelindo II Cabang Tanjung Priok Sofyan menegaskan bahwa pungli bisa dibasmi, ia menepis adanya anggapan bahwa pungli sesuatu yang tidak bisa dibasmi.

"Pungli, dibilang budaya mungkin "Iya", pungli harus kita jadikan bidikan utama kita bersama untuk kita hilangkan," katanya kepada detikFinance di kantor Teknik Pelindo Tanjung Priok, Senin (06/08/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sofyan berjanji untuk segera meminimalisir dan memberantas praktik pungli. Meskipun ada yang beranggapan pungli sudah seperti virus susah menemukan obatnya.

"Tidak ada yang tidak bisa kita bereskan, hasil survey pelanggan harus kita telaah untuk membuat "pungli" ini hilang," katanya.

Pihak Pelindo II mengklaim telah berupaya untuk menertibkan pungli yang coba dilakukan oleh pihak aparat keamanan, seperti Angkatan Laut, Angkatan Udara, Polisi, dan bahkan juga oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) belum membuahkan hasil.

"Semua harus kita cegah dengan berbagai upaya, Pelindo sudah memiliki rencana dan upaya itu," paparnya.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh pihak Pelindo II soal pemberantasan pungli antara lain:

  1. Menerapkan Tekonologi ICT yaitu teknologi informasi dan komunikasi dalam hal ini kontak person.
  2. PPKB barang yang dilakukan secara tripartit yaitu melibatkan Pelindo, Bank dan Pihak/institusi terkait.
  3. Slogan "NO PUNGLI"
  4. Brosur, Stiker dan spanduk yang bertemakan slogan No Pungli.
  5. Memberikan gaji yang cukup bagi pegawai Pelindo.

"Harus ada tindak lanjut dengan mengeluarkan peraturan-peraturan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan apa yang dinamakan pungli," tutupnya

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads