Iman Sugema: APBN Aman Jika Pemerintah Dapat Berhemat

Iman Sugema: APBN Aman Jika Pemerintah Dapat Berhemat

- detikFinance
Jumat, 27 Agu 2004 13:26 WIB
Jakarta - Ekonom Indef Iman Sugema menilai APBN 2004 masih akan aman jika pemerintah berhasil melakukan penghematan di semua sektor termasuk penghematan dalam penggunaan dana cadangan umum yang jumlahnya sekitar Rp 7 triliun."Saat ini kelihatannya APBN masih aman. Sebenarnya untuk menutup membengkaknya defisit tidak usak naik pajak dan tidak usah ribut untuk menaikan harga BBM, tapi pemerintah punya cadangan umum sekitar Rp 7 triliun yang dapat digunakan. Kalau penggunaan dana itu bisa dihemat akan bisa menutup defisit," kata Iman Sugema yang juga Direktur Indef kepada detikcom, Jumat (27/8/2004).Menyangkut rencana pemerintah untuk menggenjot penerimaan pajak guna menutup defisit anggaran yang membengkak akibat naiknya subsidi menjadi Rp 63 triliun, Iman juga melihat hal itu bisa direalisasikan."Kalau hanya diminta menaikkan penerimaan pajak Rp 6,032 triliun itu merupakan angka yang kecil untuk dicapai. Tapi dengan melihat adanya upaya menaikkan penerimaan pajak maka bisa dikatakan angka target dalam APBN sebelumnya masih rendah dong," ungkapnya.Dijelaskan Iman Sugema, aparat pajak setiap tahun selalu berhasil memenuhi target anggaran kecuali tahun 2003 lalu yang sebesar Rp 2-3 triliun digeser penerimaannya ke bulan Januari. "Tahun lalu itu kan digeser ke Januari 2004 dengan alasan Menkeu Boediono menginginkan APBN 2004 bisa aman. Jadi sebenarnya target pajak kan selalu terpenuhi bahkan masih terlalu rendah. Ya mungkin ini juga terkait dengan masih tingginya kebocoran," terangnya.Sebelumnya pemerintah menyebutkan untuk menutup membangkaknya defisit anggaran menjadi 1,3 persen dari PDB akan meminta aparat pajak dan bea cukai menaikan penerimaannya tanpa menaikkan tarif. Jika langkah ini gagal kemungkinan pemerintah akan memajukan program penjualan aset di PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang sebelumnya akan dilakukan tahun 2005 diajukan ke tahun 2004. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads