Kalangan industri olahan daging mendukung rencana Perum Bulog menjadi stabilisator harga komoditi seperti daging sapi. Presiden SBY telah memutuskan Bulog bisa berperan untuk lima komoditas antaralain beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi.
"Kalau dari sisi industri diberikan kuota khusus (impor), kalau melalui Bulog buat kita tak masalah. Asal tak mengambil untung setinggi-tingginya. Tapi kita mau lihat mekanismenya seperti apa. Memang Bulog harus punya peranan agar daging tak dibebaskan ke mekanisme pasar," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/Nampa) Haniwar Syarif kepada detikFinance, Selasa (7/8/2012).
Haniwar mengatakan saat ini memang sudah seharusnya ada lembaga khusus yang bisa mengendalikan harga daging sapi yang selama ini dilepas ke mekanisme pasar. Bagi industri kestabilan harga daging sangat penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengingatkan jika Bulog nanti sudah memiliki kewenangan mengendalikan harga dan stok daging termasuk mengimpor daging sapi, maka Bulog harus mengambil peran yang murni untuk kepentingan publik. Jangan hanya menguntungkan korporasi.
"Sisi bisnisnnya kalau punya hak dipegag nggak apa-apa. Cuma implementasinya jangan Bulog jadi kartel," katanya.
(hen/wep)











































