Hal ini disampaikan Direktur Aneka Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian Kementerian Pertanian Maman Suparman dalam acara Diskusi Ketahanan Pangan "Swasembada Kedelai 2014, Munkinkah? mengungkapkan, "Pertumbuhan 20 tahun menurun karena luas panen dan produksi" di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (7/8/2012)
"Kita mengembangkan di 5 provinsi, satu di Jawa Barat kurang lebih 15.000 hektar, Jawa Tengah 15.000, Jawa Timur 20.000, kemudian NTB 15.000, Sulawesi Selatan 15.000," kata Maman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kita bantu full paket. Kita bantu benihnya , kita bantu pupuknya, kemudian kita bina. Di sana lah sentra-sentra tempe produksi tempe tahu itu bisa bermitra untuk membeli kedelai dijamin harganya. Itu kita rancang 2013 karena sekarang kan musim tanamnya sudah lewat," katanya.
Kebijakan Kementerian Pertanian ini berkaitan dengan pembangunan ketahanan pangan melalui swasembada pangan mengingat terjadinya penurunan produksi kedelai.
Maman menuturkan beberapa alasan terjadinya penurunan komoditi kedelai yaitu karena kalahnya daya saing dengan komoditi jagung dan tebu, daya saing impor masih lebih murah, kurangnya penerapan teknologi inovasi benih kedelai, belum adanya kebijakan harga dan jaminan pasar.
"Mungkin sekarang kedelai kita tadi saya katakan udah pernah swasembada. Potensi yang ada itu saya sebutkan lahan-lahan itu ada sekarang tinggal kita semua mau nggak tekat kita untuk membangun swasembada ini," katanya.
(hen/hen)











































