"Ini yang disebut menteri ESDM, ekspor tanah-air. Kalau dibiarkan, lapangan kerja baru tidak tercipta dan pajak yang dibayarkan kepada negara tidak bertambah," kata Presiden SBY.
Di dalam kesempatan seusai rapat kabinet di Kantor PT Pertamina, Jakarta, Selasa (7/8/2012), SBY menegaskan ekspor galian bahan mentah seperti itu sangat tidak baik. Negara hanya mendapatkan pemasukan dari bahan mentah dan kehilangan sumber daya alamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada kontrak yang dibuat puluhan atau belasan tahun silam. Tapi kita negosiasikan lagi. Banyak yang keberatan dengan upaya kita, tapi kita jalan terus," papar SBY.
"Kalau semuanya kita serahkan ke kapitalisme dan mekanisme pasar, banyak yang tidak adil. Kita mau renegosiasi agar lebih adil," tegas SBY.
(lh/ang)










































