Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6,4% Dianggap Sia-sia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6,4% Dianggap Sia-sia

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 08 Agu 2012 18:07 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6,4% Dianggap Sia-sia
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2012 sebesar 6,4% dianggap sia-sia. Meskipun pertumbuhan ini cukup tinggi dibandingkan negara lainnya, apalagi kondisi global masih dilanda krisis.

"Banyak isu yang ada di Indonesia yang membuat pertumbuhan ekonomi 6,4% terasa sia-sia, harus pemerintah telusuri dimana saja kelemahan ini," ungkap anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Ninasapti Triaswati dalam acara seminar di Hotel OASIS Amir, Rabu (8/08/12).

Menurut Nina Pemerintah harus membongkar dan memperbaiki masalah kesenjangan dan kesejahteraan sosial. Isu ini merupakan penting yang harus dipecahkan oleh pemerintah karena sampai dengan saat ini presentasinya sudah melebar menjadi 41% (2012). Padahal era orde baru rasio kesenjangan kesejahteraan hanya 37%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi alarm bagi kita, ada sesuatu yang tidak beres sehingga ada peningkatan ketimpangan antara mereka yang miskin, menengah dan kaya termasuk salah satu penyebabnya adalah sektor pekerja," katanya.

Nina menuturkan Indonesia mempunyai sektor pekerja informal jauh lebih banyak dibandingkan sektor pekerja formal. Sektor Informal sebanyak 63% sedangkan sektor formal hanya 37%. Tetapi terdapat 17% dari 64% sektor pekerja informal yang tidak digaji.

"Sektor pekerja informal juga butuh perlindungan, disini terlihat kesenjangan antara sektor informal dan formal, padahal sektor pekerja formal terus naik 11% dan ini bukan trend negara maju," katanya.

Nina memberikan perhatian pada pekerja sektor informal karena baginya 80% Anggaran Pendapatan Negara berasal dari sektor informal. Sektor formal hanya memboroskan keuangan negara. Selain ketimpangan sosial, masalah lain yang harus diselesaikan oleh pemerintah adalah infrastruktur transportasi. Infratruktur transportasi dirasakan kurang bahkan jauh dari harapan.

"Infrastruktur tranportasi kita kurang, bahkan jauh dari harapan sehingga saat ini orang lebih berminat untuk beli kendaraan sendiri. Hal ini mengakibatkan Indonesia tidak mempunyai surplus minyak karena tingkat kosumsi minyak yang boros, ini yang menjadi tugas MP3EI untuk menyediakan infrastruktur transportasi yang baik," tutupnya. 

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads