Perkiraan Defisit Anggaran Semester II 2004 Rp 5,294 Triliun

Perkiraan Defisit Anggaran Semester II 2004 Rp 5,294 Triliun

- detikFinance
Jumat, 27 Agu 2004 18:19 WIB
Jakarta - Defisit anggaran pada semester kedua tahun 2004 diperkirakan sebesar Rp 5,294 triliun atau 21,7 persen dari sasaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004.Angka tersebut tercantum dalam kesimpulan rapat kerja Panitia Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan Boediono dan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Jumat (27/8/2004).Untuk membiayai defisit tersebut, realisasi pembiayaan anggaran pada semester kedua 2004 diperkirakan mencapai Rp 17,424 triliun atau 71,4 persen dari perkiraan APBN 2004. Perkiraan realisasi pembiayaan anggaran diharapkan bisa dicapai melalui kebijakan privatisasi, penerbitan Surat Utang Negara dan mempercepat penyelesaian matriks kebijakan sebagai syarat pencairan pinjaman program serta penyelesaian dokumen-dokumen proyek yang dibiayai pinjaman luar negeri.Dalam kesimpulan mengenai prognosa semester kedua APBN 2004 juga disebutkan, perkiraan realisasi pendapatan negara sebesar Rp 249,060 triliun atau 71,2 persen dari sasaran yang ditetapkan. Jumlah itu terdiri dari perkiraan realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 157,634 triliun (57,9 persen), penerimaan negara bukan pajak Rp 90,728 triliun (117,6 persen) dan hibah Rp 697,9 miliar (110 persen).Dijelaskan, lebih tingginya perkiraan realisasi semester kedua ini dibanding realisasi semester pertama didasarkan sejumlah pertimbangan. Pertama, kinerja ekonomi nasional pada semester kedua yang diharapkan lebih baik.Kedua, langkah-langkah administrasi perpajakan yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik, meliputi penambahan jumlah wajib pajak badan dan perseorangan, pelaksanaan audit serta percepatan pencairan tunggakan pajak. Ketiga, masalah cash flow Pertamina yang dapat diselesaikan dengan baik.Sementara itu, terkait realisasi belanja negara untuk semester kedua 2004 diperkirakan mencapai Rp 254,355 triliun atau 67,9 persen dari pagu anggaran APBN. Jumlah ini terdiri dari perkiraan realisasi pengeluaran rutin Rp 135,594 triliun (73,5 persen), pengeluaran pembangunan Rp 51,837 triliun (73,1 persen) dan belanja daerah Rp 66,923 triliun (56,2 persen).Lebih tingginya perkiraan realisasi semester kedua dibandingkan semester pertama terkait lebih tingginya perkiraan realisasi beban pembayaran subsidi BBM sebagai akibat tingginya realisasi harga minyak mentah dunia, mulai dilaksanakannya proyek-proyek pembangunan dan meningkatkan realisasi dana bagi hasil dan dana alokasi khusus. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads