KLM Dikawal Air Marshal Bersenjata

KLM Dikawal Air Marshal Bersenjata

- detikFinance
Jumat, 27 Agu 2004 22:05 WIB
Den Haag - Maskapai penerbangan Belanda, KLM, kini dikawal air marshal bersenjata. Mereka menjalani pelatihan antiteror secara khusus di Jerman dan Israel.Pengawalan ini, termasuk maskapai Martinair (anak perusahaan KLM), masih dalam tahapan ujicoba selama enam bulan ke depan khusus untuk penerbangan ke AS. Personel air marshal menyamar sebagai penumpang biasa dan tugasnya mencegah pembajakan sekaligus melumpuhkan pelakunya.Jika terbukti penerbangan KLM terjamin selalu aman dengan kawalan air marshal, maka mereka akan ditugaskan secara struktural di seluruh penerbangan maskapai berslogan The Flying Dutchman itu. Demikian harian De Telegraaf, Jumat (27/8/2004), melaporkan.Para personel air marshal KLM itu direkrut secara khusus dari Koninklijke Marechaussee (semacam Polisi Militer, red). Mereka sejak 2003 menjalani pelatihan antiteror di Jerman dan Israel, tapi baru bisa ditugaskan mulai bulan Juli lalu. Pasalnya, para pilot melalui Asosiasi Pilot Sipil Belanda (VNV) menentang rencana pengawalan penerbangan dengan air marshal bersenjata. Mereka cemas jika air marshal melepas tembakan dan melubangi kabin pesawat, justru akan mencelakakan seluruh penumpang.Namun VNV akhirnya menyetujui pengawalan penerbangan KLM dengan air marshal bersenjata tersebut, setelah adanya klausul bahwa dalam situasi apapun, kendali dan keputusan tetap ada di tangan pilot. Bahkan, seorang pilot boleh menolak membawa air marshal dalam penerbangannya.Selanjutnya, VNV dan KLM sepakat untuk memasang kamera video di kabin agar pilot dapat memantau siapa yang berada di depan pintu kokpit. Sejak peristiwa 11/9, pintu kokpit semua penerbangan sipil memang wajib diganti dengan pintu yang lebih aman dan anti peluru. Melalui kamera video tersebut pilot dapat melihat apakah yang mengetuk pintu awak pesawat atau teroris.'Revolusi' aspek keamanan dalam dunia penerbangan sipil itu terjadi atas desakan AS. Akhir tahun lalu, AS mewajibkan semua penerbangan sipil asing ke negeri itu harus dilengkapi dengan air marshal agar penerbangan terjamin lebih aman. (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads