Program KUR yang kini menyentuh angka Rp 82 triliun diakui SBY menguntungkan debitur. Banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang menikmati manfaat dari kredit tersebut.
"SMS banyak masuk ke saya, jangan dihentikan program KUR dan raskin," ungkap SBY di Kantor Pusat BRI, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Jumat (10/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pinjam ke rentenir jauh lebih mencekik. Meskipun bunga seperti itu. Menurut mereka lebih bagus bunganya. Tapi mereka juga mengatakan, pelayanan cepat, baik dan bisa mengembangkan usahanya," imbuhnya.
Namun SBY tetap berharap jika perbankan bersama kKementerian terkait lebih aktif lagi mensosialisasikan KUR kepada masyarakat miskin.
"Bisa ditingkatkan pelayanan, kalau bisa jemput bola. Rajin turun ke lapangan bersosialisasi. Iklankan! Jangan hanya iklan tentang politik saja," tutup SBY.
(feb/wep)











































