Lalu, bagaimana nasib industri rental kendaraan? Terlebih pelaku industri dengan jumlah armada dan pelanggan yang tinggi.
Menurut Direktur Pengembangan Usaha dan After Sales PT Adi Sarana Armada (ASSA) Jany Candra, perbaikan prasarana Jakarta tidak banyak menggerus keuntungan perusahaan atau industri rental mobil. Pasalnya, sebaran bisnis perseroan tidak cuma di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jany menambahkan, perusahaan tempat dia bekerja yang kini memiliki lebih dari 10.000 armada tetap akan eksis. Salah satu penyebab, pelanggan Adi Sarana Armada lebih banyak datang dari korporat dan armada digunakan untuk kegiatan produktif.
"Kan mobil operasional. Kantor tetap butuh, bukan untuk komersial," paparnya.
Armada Adi Sarana Armada didominasi oleh mobil merek Toyota 50%, kemudian disusul Daihatsu 20%. Sisanya datang dari merek-merek lain seperti Mitsubishi, Suzuki, dan Honda.
"Kelas minibus atau MPV paling banyak seperti Avanza, Xenia. Lalu Kijang. Kelas yang lebih tinggi lagi SUV seperti (Honda) CRV dan Altis. Kemudian (Toyota) Camry dan Alphard. Kendaraan terakhir memang bisa perusahaan sewa untuk eksekutif seperti manajer," tegas Jany.
(wep/dnl)










































