Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 'pede' menyampaikan arah pembangunan Indonesia yang semakin jelas. Pemerintah memiliki agenda utama yang fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
SBY mengklaim tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia terus berkurang.
"Arah pembangunan kita sudah jelas. Kita memiliki agenda utama dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebagaimana yang telah saya singgung sebelumnya, alhamdulillah, ekonomi kita tetap tumbuh," kata SBY dalam pidato kenegaraan di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengentaskan kemiskinan, SBY mengatakan pemerintah telah menggulirkan program melalui empat klaster. Klaster pertama, berupa bantuan langsung Raskin, BOS, dan Program Keluarga Harapan. Klaster kedua, mengembangkan PNPM Mandiri. Klaster ketiga, program berbasis usaha kecil, mikro, dan menengah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
"Dan Klaster keempat melalui program rumah murah, angkutan umum murah, air bersih dan listrik yang makin merata, serta peningkatan kehidupan nelayan dan masyarakat miskin di perkotaan," tegasnya.
Lebih jauh SBY menambahkan, pemerintah juga mengupayakan peningkatan kesejahteraan para buruh, baik menyangkut upah yang makin layak maupun bentuk-bentuk kesejahteraan yang lain. SBY berharap dunia usaha makin tumbuh dan berkembang, dan pertumbuhan itu juga membawa serta peningkatan bagi kesejahteraan para buruhnya.
"Oleh karena itu, keterpaduan dan kerjasama tripartit perlu terus didorong dan dihidupkan," tutur SBY.
Pada bagian lain, SBY mengatakan, jumlah penduduk Indonesia tahun ini lebih dari 237 juta jiwa di mana merupakan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia. Jumlah penduduk yang semakin besar ini, sambung SBY tentu membawa tantangan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.
"Pemerintah terus berupaya menggalakkan kembali program Keluarga Berencana (KB) untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Kualitas hidup rakyat terus kita tingkatkan, baik melalui peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja, maupun penyediaan sarana bagi pelayanan publik," paparnya.
(dru/dnl)










































