Kedua anggota kongres tersebut, Elijah Cummings dan Henry Waxman Selasa kemarin menyurati CEO Walmart, Michael Duke. Surat tersebut meminta Duke untuk segera merespon permintaan informasi tentang dugaan bahwa Walmart telah melanggar Foreign Corrupt Practices Act.
“Kami memperoleh dokumen internal perusahaan, termasuk laporan audit internal, dari sumber-sumber lain yang mengarahkan dugaan bahwa isu Walmart mungkin tidak hanya terkait suap, tapi juga 'perilaku finansial mencurigakan' yaitu penghindaran pajak dan pencucian uang di Meksiko,” isi surat tersebut, dikutip dari AFP (16/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meski Anda telah menyebutkan dalam beberapa kesempatan bahwa Anda berniat bekerjasama dengan investigasi kami, Anda telah gagal menyediakan dokumen yang kami minta dan Anda terus menghalangi akses kami terhadap saksi-saksi kunci,” tulis surat tersebut.
Juru bicara Walmart, Brooke Buchanan mengatakan perusahaannya sudah memberi dua pengarahan pada anggota parlemen dan sedang mencari cara untuk menyediakan informasi tambahan. “Kami berkomitmen melakukan apa pun yang kami bisa untuk memenuhi segala permintaan mereka dan konsisten dengan penyelidikan federal yang sedang berjalan,” tulis Buchanan dalam emailnya.
Anak usaha Walmart Meksiko, Walmex mengungkapkan dalam pernyataan singkat bahwa mereka tidak tahu jika ada investigasi oleh otoritas Meksiko tentang penghindaran pajak dan dugaan pencucian uang. Investigasi kongres AS sedang berjalan secara paralel untuk memenuhi permintaan dari Departemen Keadilan AS, Securities and Exchange Commission dan pemerintah Meksiko.
Skandal ini mencuat setelah The New York Times pada April lalu melaporkan Walmex telah melakukan pembayaran ilegal untuk memenangkan penguasaan pasar dan mencoba menutup-nutupinya. Koran itu menulis, semasa Walmart berekspansi besar-besaran di Meksiko pada awal tahun 2000an, mereka telah menggelontorkan US$ 24 juta (Rp 228 miliar) untuk menyuap pejabat-pejabat Meksiko.
Bicara di hadapan para pemegang saham pada bulan Juni, komisaris Walmart Robson Walton berjanji perusahaan tidak akan mentolerir perilaku korupsi apa pun dan berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif terhadap dugaan Meksiko. Walton juga berjanji perusahaan akan bekerjasama dengan penyelidik pemerintah.
(/)










































