Salah satunya, SBY menggarisbawahi mengenai perkembangan harga minyak mentah.
"Faktor eksternal yang perlu kita cermati dan waspadai adalah perkembangan harga minyak mentah. Hal itu karena perkembangan harga minyak di pasar Internasional sangat mempengaruhi perekonomian dan kondisi APBN kita," ungkap SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam beberapa bulan terakhir ini, SBY mengatakan harga minyak penuh dengan gejolak ketidakpastian. Pada Maret 2012 yang lalu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sempat melambung menyentuh angka rata-rata US$ 128 per barel. Namun, sejak April 2012, harga ICP terus menurun hingga pada kisaran US$ 99 per barel pada bulan Juni 2012.
"Meskipun cenderung menurun, harga minyak dunia saat ini relatif masih tinggi, dan tetap berpotensi memberikan beban yang cukup berat bagi APBN kita," terangnya.
Berdasarkan perkiraan perkembangan ekonomi global dan domestik, SBY menyampaikan sasaran dan asumsi ekonomi makro yang dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013, sekaligus sebagai basis perhitungan berbagai besaran RAPBN tahun 2013 adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi 6,8 persen
- Laju inflasi 4,9 persen
- Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5 persen
- Nilai tukar rupiah adalah Rp 9.300 per dolar AS
- Harga minyak US$ 100 per barel
- Lifting minyak 900 ribu barel per hari
Selain keenam asumsi ekonomi makro tadi, mulai RAPBN tahun 2013, Pemerintah juga akan menggunakan lifting gas, sebagai salah satu basis perhitungan penerimaan negara yang berasal dari sumber daya alam selain minyak mentah. Lifting gas pada tahun 2013 mendatang kita asumsikan berada pada kisaran 1,36 juta barel setara minyak per hari.
"RAPBN Tahun 2013, sebagai instrumen kebijakan fiskal harus kita arahkan untuk memecahkan masalah dan menjawab isu-isu strategis yang akan kita hadapi ke depan, utamanya dalam mendekatkan tercapainya sasaran-sasaran RPJMN 2010 β 2014. Dengan situasi perekonomian dunia yang melambat dan penuh ketidakpastian, RAPBN 2013 harus pula menampung langkah-langkah antisipatif untuk mengatasinya," tegas SBY.
(dru/dru)











































