Orang Kaya Baru, Bikin Perkara Tapi Bantu Negara

Orang Kaya Baru, Bikin Perkara Tapi Bantu Negara

- detikFinance
Jumat, 17 Agu 2012 17:39 WIB
Orang Kaya Baru, Bikin Perkara Tapi Bantu Negara
Jakarta - Pemerintah terus gencar mengusung gerakan hemat energi. Tidak main-main, pemerintah menaikan anggaran subsidi menjadi Rp 300 triliun sampai akhir tahun 2012. Anggaran ini meliputi subsidi untuk BBM yang besarnya mencapai Rp 200 triliun dan listrik Rp 100 triliun.

Menteri ESDM, Jero Wacik mengklaim ulah kelompok menengah baru adalah salah satu yang menyebabkan pemborosan energi.

"Kelompok menengah baru tumbuh 56%. sangat besar menghabiskan subsidi, contoh mereka beli AC yang biasa 1 menjadi 4 dan mempunyai TV tadinya 1 sekarang tiap kamar di taruh TV, jadi ini jelas pemborosan energi," papar Jero di Kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jumat (17/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jero melakukan langkah-langkah terkait penghematan terhadap energi. Cara yang dilakukan adalah dengan menaikan pelan-pelan harga listrik sebanyak 4% per kuartal.

"Dinaikan pelan-pelan untuk listrik sebesar 4% per kuartal, memang agak sulit dilakukan karena biasanya mereka mau beli tetapi ributnya setengah mati," katanya.

Selain upaya yang dilakukan terhadap golongan orang kaya baru, Jero juga mengambil sikap untuk melakukan gerakan penghematan energi dan penggunaan energi tepat guna. Baginya rencana ini jelas akan menyelamatkan anggaran subsidi pemerintah.

"Gerakan penghematan nasional harus dilakukan kemudian harus pindah dari BBM ke non BBM misalnya gas, batubara dan energi baru terbaharukan seperti geothermal, matahari dan air," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua BKPM, Chatib Basri mengatakan adanya pertumbuhan kelas menengah 56 % membuat iklim investasi meningkat dan bukan tidak mungkin jauh lebih meningkat sampai dengan akhir tahun 2012.

"Kelas menengah baru atau fullfactor naik terus, dalam 10 tahun kedepan ini yang menyumbang investasi. Jelas ini adalah faktor yang membuat ekonomi Indonesia kuat hingga saat ini," pungkasnya.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads