Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, pada musim libur setelah lebaran ini, tingkat okupansi hotel di beberapa tempat wisata di Indonesia mencapai 100% dari biasanya hanya 55% secara rata-rata.
"Hari-hari biasa rata-ratanya 55%, kalau sekarang ini bisa sampai 100%, paling ada 1-2 kamar yang kosong, tapi di dalam itu kita katakan penuh," ungkap Johnnie kepada detikFinance, Selasa (21/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya lihat ini full, di Bangka ini sampai tanggal 12 September nanti full-booked. Memang di sini permintaannya sangat besar," paparnya.
Sedikit berbeda dengan Pulau Bali, okupansi hotel hanya berlangsung hingga Minggu 26 Agustus ini. Karena pekan depan, masyarakat sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
"Kalau di Bali, mereka ramainya sampai minggu ini tanggal 26," katanya.
Johnnie mengatakan, hampir seluruh pengunjung hotel dan tempat wisata di dalam negeri didominasi oleh wisatawan lokal, yang sengaja ingin berlibur menghabiskan waktu dengan keluarga dan sanak saudara.
"Kita diramaikan 95% orang lokal, di Bali juga biasanya kan banyak orang asing, tapi ini banyak lokal. Ini membuktikan ekonomi rakyat membaik," sambungnya.
Johnnie menjelaskan, tak hanya hotel mewah bintang lima yang penuh. Hotel sekelas melati pun jadi incaran para pengunjung di periode liburan ini.
"Hampir semua kelas, tahun ini lebih ramai," tutupnya.
(zul/dnl)











































