Duh! Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 1.950 Triliun

Duh! Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 1.950 Triliun

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 22 Agu 2012 12:16 WIB
Duh! Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 1.950 Triliun
Jakarta - Total utang pemerintah Indonesia hingga Juli 2012 mencapai Rp 1.950,08 triliun. Dibanding akhir 2011, jumlah utang ini naik Rp 146,59 triliun.

Secara rasio terhadap PDB, utang pemerintah Indonesia berada di level 26,9% pada Juli 2012.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah di Juli 2012 mencapai US$ 205,6 miliar. Jumlah ini naik dari posisi di akhir 2011 yang mencapai US$ 198,89 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Rabu (22/8/2012).

Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman Rp 627,18 triliun dan surat berharga Rp 1.322,9 triliun. Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 7.226 triliun, maka rasio utang Indonesia per Juli 2012 sebesar 26,9%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Juli 2012 adalah:

  • Bilateral: Rp 383,19 triliun
  • Multilateral: Rp 218,44 triliun
  • Komersial: 23,8 triliun
  • Supplier: Rp 440 miliar
  • Pinjaman dalam negeri Rp 1,3 triliun
Sementara total surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah sampai Juli 2012 mencapai 1.322,9 triliun. Naik dibandingkan posisi di akhir 2011 yang sebesar Rp 1.859,43 triliun.

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:

  • Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • Juli 2012: Rp 1.950,08 triliun (26,9%)
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan tengah mempersiapkan gerakan penghematan nasional. Gerakan ini diharapkan bisa jadi solusi lonjakan subsidi BBM bila tahun ini harga minyak dunia semakin melonjak dan cegah utang baru.

Tahun depan, pemerintah berencana untuk mencari utang senilai Rp 158,3 triliun untuk menutup defisit anggaran.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads