Arus Balik, 10 Ribu Kendaraan Menyeberang Selat Sunda Menuju Jawa

Arus Balik, 10 Ribu Kendaraan Menyeberang Selat Sunda Menuju Jawa

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 22 Agu 2012 13:26 WIB
Arus Balik, 10 Ribu Kendaraan Menyeberang Selat Sunda Menuju Jawa
Jakarta - Arus balik H+2 di pelabuhan Bakauheni Lampung masih terpantau lancar. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan belum terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Data ASDP 22 Agustus 2012 hingga pukul 08.00 WIB, jumlah kapal yang beroperasi mencapai 29 unit dengan 100 trip dan bisa mengangkut sebanyak 52.720 orang penumpang.

Selain itu setidaknya ada sebanyak 4.642 unit kendaraan roda 2, 5.346 unit kendaraan roda 4, 238 unit bus, dan 249 unit truk dengan total kendaraan 10.475 unit yang telah diseberangkan ke pelabuhan Merak sejak H+1 pukul 08.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

General Manager ASDP Cabang Bakauheni Yanus Letanga mengatakan, terjadi perbedaan antara mudik tahun ini dengan tahun sebelumnya. Pada mudik tahun ini pemerintah memberikan izin untuk menyeberangkan truk sejak H+1.

"Menghadapi kebijakan ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan," ujar Yanus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/8/2012).

Yunus mengaku, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi untuk menghadapi penumpukan penumpang dan kendaraan di pelabuhan Bakeuheni.

β€œAda beberapa skenario yang kami persiapkan dengan melihat kondisi lapangan,” tambahnya

Langkah-langkah yang telah dipersiapkan antara lain :

  • Mempersiapkan jalur khusus bagi truk dan bus. Untuk kendaraan truk dan bus diarahkan menuju Dermaga IV dan Dermaga V Pelabuhan Bakauheni.
  • Mempersiapkan tenaga-tenaga petugas pelayanan yang membantu kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
  • Memberlakukan waktu malam hari bagi penyeberangan truk dan bus.
  • Mempersiapkan tenaga keamanan yang merupakan gabungan dari security, Kepolisian dan Brimob di lokasi penumpang turun untuk menertibkan banyaknya calo penumpang.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads