PT MRT Jakarta Klaim Terowongan MRT Bebas dari Ancaman Banjir

PT MRT Jakarta Klaim Terowongan MRT Bebas dari Ancaman Banjir

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 24 Agu 2012 14:04 WIB
PT MRT Jakarta Klaim Terowongan MRT Bebas dari Ancaman Banjir
Jakarta -

Pengembang proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengklaim jalur terowongan MRT akan aman dari banjir. Proyek terowongan ini akan mengikuti teknologi yang diterapkan di MRT negara lain seperti Singapura.

Kepala Biro Humas PT Mass Rapid Transit Jakarta Manpala Rega Chandra Gupta Sitorus sangat optimistis dengan teknologi anti banjir yang akan dibangun pada proyek MRT. Ia mengungkapkan setidaknya ada dua cara untuk mencegah terowongan MRT terkena banjir Jakarta.

Pertama, pintu masuk MRT disetiap stasiun akan ditinggikan. Hal ini untuk mencegah air masuk ke dalam stasiun bawah tanah maupun jalur terowongan MRT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi meski di luar area stasiun tergenang air/banjir, air tidak akan masuk ke stasiun. Tinggi pintu masuk berbeda-beda di tiap area dan disesuaikan dengan siklus banjir 200 tahunan," kata Gupta kepada detikFinance, Jumat (23/8/2012)

Selain itu, lanjut Gupta, untuk memastikan stasiun aman dari banjir akan dibuat sistem flood gate dan sistem drainase. "Sistem ini juga diterapkan di sistem MRT di kota atau negara lain, sebagai contoh saat banjir di Orchard Singapura, MRT tetap beroperasi," katanya.

Berdasarkan catatan detikFinance, banjir yang melanda pusat kota Singapura pada 16 Juni 2010 lalu memang tidak berdampak pada mass rapid transit (MRT), transportasi massal ini masih beroperasi normal. Bahkan MRT menjadi alternatif karena jalanan tidak bisa dilalui akibat banjir.

Seperti diketahui MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu:

Koridor Utara-Selatan

Koridor ini terdiri dari Koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23, 8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang kurang lebih ± 87 km. Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

MRT tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 Km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.

Untuk tahap II masih koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

MRT Tahap II utara-selatan dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads