Waralaba 'Raksasa' Keberatan Gerai Milik Sendiri Dibatasi 150 Outlet

Waralaba 'Raksasa' Keberatan Gerai Milik Sendiri Dibatasi 150 Outlet

Zulfi Suhendra - detikFinance
Minggu, 26 Agu 2012 14:26 WIB
Waralaba Raksasa Keberatan Gerai Milik Sendiri Dibatasi 150 Outlet
ilustrasi
Jakarta - Pemerintah sudah menyiapkan regulasi untuk membatasi gerai milik sendiri (company owned outlet) para pewaralaba (Franchisor) hanya sebanyak 150 gerai saja. Namun, beberapa investor dan pelaku usaha di bidang ini, khususnya yang sudah besar dan terkenal masih memperdebatkan mengenai jumlah gerai yang dibatasi.

Ketua Dewan Pengarah Waralaba Indonesia (Wali) dan Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Amir Karamoy mengatakan para investor menginginkan angka yang lebih besar dari yang diusulkan pemerintah.

"Itu usulan dari pemerintah, tapi pasti ada yang minta 400, ada yang 500. Kaya Starbucks itu pasti minta 400, 500," ungkap Amir saat dihubungi detikFinance, Minggu (26/8/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amir menjelaskan, ia akan duduk bersama dengan para pelaku usaha untuk lebih lanjut mencari titik temu berapa jumlah pemabatasan gerai yang seharusnya bagi outlet waralaba milik sendiri.

"Sebelum ketemu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, saya ada pertemuan khusus dengan mereka," tambahnya.

Meski demikian menurut Amir, peraturan yang rencananya akan diberlakukan dalam waktu dekat ini sudah disetujui banyak pihak. "Saya pikir kalau mengenai peraturannya itu semua setuju ada pembatasan, tapi hanya masalah jumlahnya saja yang masih harus diperbincangkan," pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan membuat peraturan pembatasan gerai waralaba milik sendiri untuk memberikan kesempatan bagi sektor UMKM dan masyarakat untuk menikmati dan membangun franchise lokal dan franchise besar agar bisa bersaing dengan franchise yang sudah mapan alias company owned unit termasuk kepemilikan asing.

Dalam rencana peraturan Menteri Perdagangan mengenai penyelenggaraan waralaba terbaru yaitu pembatasan jumlah gerai milik sendiri akan dibatasi kurang lebih 100-150 gerai saja.

(zlf/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads