"Katanya untuk kereta bawah tanah, saya kurang paham untuk apa penggalian pinggir jalan ini, kereta posisinya dimana? Ditengah jalan atau dipinggir," kata Usep warga Fatmawati kepada detikFinance, Senin (27/8/2012)
Warga banyak yang mempertanyakan penghancuran trotoar sepanjang 5 km dua arah dari lampu merah Lotte menuju lampu merah Fatmawati. Tidak jelas jika penggalian yang hanya berkedalam 1/2 meter digunakan untuk jaringan kereta bawah tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penulusuran detikFinance dari arah Lampu Merah Fatmawati menuju Lampu Merah Lotte sejauh 5 km tidak ditemukan satupun pekerja. Hanya ditemukan 2 alat berat yang diletakan tepat di pinggir Jalan Fatmawati.
Selama Lebaran lalu hingga kini proses pelebaran jalan tersebut dihentikan karena pekerja yang mudik. Hal ini dibenarkan oleh Heri pemilik kontrakan yang rumahnya dijadikan tempat tinggal para pekerja penggalian instalasi MRT.
"Dari H-7 lebaran, proyek didepan dihentikan, katanya libur, para pekerja pulang kampung, lihat saja semua kamar kosong biasanya ada 30 pekerja tinggal disini," katanya.
Heri tidak mengetahui sampai kapan para pekerja proyek kembali ke Jakarta. Masyarakat di sekitar Jalan Fatmawati memang telah mengetahui bahwa pembongkaran jalan digunakan untuk proyek MRT.
Proses persiapan pembangunan proyek MRT antara lain pelebaran jalan Fatmawati, pemindahan utilitas, pemindahan terminal Lebak Bulus, pemindahan stadion Lebak Bulus dan lain-lain yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta. Ditargetkan semua kegiatan itu selesai akhir tahun ini, sehingga targetnya konstruksi MRT bisa dikerjakan di awal 2013 dan berakhir 2016.
(hen/hen)











































