"Baru studi, masih dikaji, tapi kita sudah feasibility study (fs), tinggal detail-nya saja," kata Kepala Dinas Perhubungan Pemda DKI Jakarta Udar Pristono kepada detikFinance, Senin (27/8/2012)
Pristono menjelaskan tiga jalur busway layang itu antaralain jalur Ciledug-Blok M, jalur Kalimalang Blok M dan Depok-Manggarai. Namun ia memastikan jalur Ciledug-Blok M akan menjadi proyek pertama yang akan dikerjakan karena merupakan jalur yang paling parah kemacetannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya proyek jalur layang untuk busway diperkirakan selesai selama 2 tahun tahun. Nantinya tiang-tiang jalan layang khusus busway akan dibangun di tengah-tengah jalan layaknya jalur busway konvensional saat ini.
"Yang penting satu dulu, satu koridor saja membutuhkan waktu 2 tahun, nggak bisa setahun, butuh dua tahun. Jalurnya akan dibangun di tengah jalan," katanya.
Pemda saat ini Pemda DKI sudah mengoperasikan 11 jalur busway dari target 15 koridor yang direncanakan, antaralain mencakup:
Blok M-Kota, Pulo Gadung-Harmoni, Kalideres-Harmoni, Pulo Gadung-Dukuh Atas, Kampung Melayu-Kampung Rambutan, Ragunan-Kuningan, Kampung Melayu-Ancol, Lebak Bulus-Harmoni, Pinangranti-Pluit, Cililitan-Tanjung Priok, Pulo Gebang-Kampung Melayu, Tanjung Priok-Pluit (2012) dan sisanya tiga masih kajian yaitu Ciledug-Blok M, jalur Kalimalang Blok M dan Depok-Manggarai.
(hen/ang)










































