"Nanti PT Pertani mengurus gabahnya, Sang Hyang Sri mengurus benihnya, Bulog itu beras, Berdikari itu nanti mengurus ternak, PT Pupuk Indonesia pupuknya, nanti saya pengennya satu lagi," ungkap Dahlan saat ditemui di Kantor PT Pertani (Persero) di Jakarta, Selasa (28/8/12).
Dahlan mengatakan, penggabungan ini akan menghasilkan suatu perusahaan bernama PT Pangan Nusantara, namun menurutnya hal ini masih dalam perencanaan, setidaknya membutuhkan waktu 3 tahun untuk merealisasikan hal rencana ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, saat ini perusahaan-perusahaan tersebut masih harus meningkatkan kinerjanya, khususnya PT Pertani yang menurut Dahlan masih tergolong perusahaan yang kecil.
"Dimiripkan dulu, nggak boleh satu merah, satu kuning. Nggak bisa dipaksakan juga karena pertani sekarang kan lemah sekali, terlalu kecil. Yang jelas kelaminnya diperjelas dulu, baru diperbesar," pungkasnya.
(zlf/dru)










































