7 Rencana Proyek Investasi Asing Rp 200 Triliun di RI

7 Rencana Proyek Investasi Asing Rp 200 Triliun di RI

- detikFinance
Kamis, 30 Agu 2012 12:40 WIB
7 Rencana Proyek Investasi Asing Rp 200 Triliun di RI
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

1. L'oreal

Foto: Reuters
Pembangunan pabrik terbesar L'oreal asal Prancis di sektor industri kosmetik. Nilai investasi sekitar US$ 1 miliar. Perusahaan asal Orancis ini memang berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk Asia. Kabarnya L'oreal akan membangun pabrik di kawasan industri Jababeka, Jawa Barat.

2. Lotte

Foto: Reuters
Perusahaan asal Korea Selatan ini telah lama berencana untuk membangun pabrik kimia di Indonesia. Menurut data BKPM, nilai investasinya US$ 5 miliar. Diberitakan sebelumnya, Lotte akan investasi di Indonesia melalui anak usahanya yaitu Honan Petrochemical. Penambahan investasi Lotte ini menambah ekspansi bisnis yang dilakukan Lotte di Indonesia. Honan Petrochemical berencana akan menambah investasinya di Indonesia sebesar US$ 5,5 miliar. Mereka memastikan akan membangun pabrik petrokimia di kawasan Cilegon, Banten.

3. Middle East Coal (MEC) dan National Aluminium Company (NALCO)

Foto: Reuters
Middle East Coal (MEC) adalah perusahaan asal Uni Emirat Arab, dan National Aluminium Company (NALCO) asal India. Kedua perusahaan ini menurut BKPM bakal membangun rel kereta api dan smelter tambang senilai US$ 5 miliar. Di 2009, MEC menandatangani kesepakatan dengan National Aluminium Company (NALCO) dari India untuk menginvestasikan US$ 4 miliar untuk pembangunan pabrik peleburan aluminium dan pembangkit listrik tenaga batubara sebesar 1.250 megawatt (MW) di Kalimantan Timur. Keduanya dijadwalkan selesai pada 2013.

4. State Development and Investment Corporation (SDIC)

State Development and Investment Corporation (SDIC) merupakan BUMN asal China. Menurut data BKPM, SDIC akan investasi senilai US$ 3 miliar. Diberitakan sebelumnya, SDIC berencana membangun pabrik semen di Papua Barat.

5. Kereta Api Singapura

Data BKPM menyatakan, tengah memproses investasi dari Singapura untuk pembangunan rel kereta api di Kalimantan dengan nilai investasi sekitar US$ 1,8 miliar.

6. Huadian Power

Menurut data BKPM, perusahaan asal Hong Kong ini berencana untuk investasi di sektor kelistrikan senilai US$ US$ 1,6 miliar. Kabar sebelumnya, Huadian Power bekerjasama dengan PT Bukit Asam Tbk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Bangko Tengah, Sumatra Selatan, yang berkapasitas 2x620 MW.

7. Bhimasena Power

Foto: Dok. detikFinance
Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang merupakan perusahaan patungan Itochu dan J-Power asal Jepang dengan Adaro. Menurut data BKPM, Bhimasena akan investasi senilai US$ 3,7 miliar di sektor kelistrikan. Bhimasena memang memenangi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) bdi Jawa Tengah senilai Rp 30 triliun.
Halaman 2 dari 8
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads