80% Lahan Perhutani akan Dicaplok Untuk Bandara Karawang

80% Lahan Perhutani akan Dicaplok Untuk Bandara Karawang

- detikFinance
Kamis, 30 Agu 2012 14:07 WIB
80% Lahan Perhutani akan Dicaplok Untuk Bandara Karawang
Jakarta -

Rencana pembangunan bandara di Karawang saat ini memang masih terbentur dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat. Proyek bandara itu rencananya akan mencaplok areal hutan di kawasan Karawang Selatan yang dikelola oleh Perum Perhutani.

"Proses pengadaan lahan akan dibicarkan bersama Pemda, maupun (Kementerian) kehutanan dari Perhutani, karena sebagian lahan di situ adalah lahan milik Perhutani. Mungkin hampir 80%, " kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti, Rabu (29/8/2012)

Kabarnya ada sekitar 4.000 hektar lahan yang akan dipakai untuk keperluan pembangunan bandara internasional yang diajukan untuk proses menukar kawasan hutan dan pelepasan kawasan hutan. Namun pihak Perhutani belum tahu pasti berapa persen arealnya yang akan terkena rencana pembangunan bandara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentang rencana bandara adalah dalam tahap survei oleh Ditjen Perhubungan Udara. Jadi belum ada kepastian apakah areal Perhutani akan terkena semua," kata Dirut Perhutani, Bambang Sukmananto kepada detikFinance hari ini.

Secara terpisah Herry Bakti menambahkan calon Bandara Karawang akan mengusung bandara eco airport. Artinya meski ada bandara, kawasan tersebut akan mengedepankan ramah lingkungan. Proyek bandara ini akan dibangun melalui tiga tahap mulai 2015.

"Untuk diketahui untuk bandara akan kita bikin eco airport jadi sebagian besar fungsi bandara disana tidak boleh di tata ruang bandara dan terminal," katanya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads