Rencana pembangunan bandara di Karawang saat ini memang masih terbentur dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat. Proyek bandara itu rencananya akan mencaplok areal hutan di kawasan Karawang Selatan yang dikelola oleh Perum Perhutani.
"Proses pengadaan lahan akan dibicarkan bersama Pemda, maupun (Kementerian) kehutanan dari Perhutani, karena sebagian lahan di situ adalah lahan milik Perhutani. Mungkin hampir 80%, " kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti, Rabu (29/8/2012)
Kabarnya ada sekitar 4.000 hektar lahan yang akan dipakai untuk keperluan pembangunan bandara internasional yang diajukan untuk proses menukar kawasan hutan dan pelepasan kawasan hutan. Namun pihak Perhutani belum tahu pasti berapa persen arealnya yang akan terkena rencana pembangunan bandara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah Herry Bakti menambahkan calon Bandara Karawang akan mengusung bandara eco airport. Artinya meski ada bandara, kawasan tersebut akan mengedepankan ramah lingkungan. Proyek bandara ini akan dibangun melalui tiga tahap mulai 2015.
"Untuk diketahui untuk bandara akan kita bikin eco airport jadi sebagian besar fungsi bandara disana tidak boleh di tata ruang bandara dan terminal," katanya. (/)










































