Hanya kurang dari seperempat warga Jerman yang merasa Yunani harus tetap bertahan di Uni Eropa, berdasarkan pooling yang dilakukan oleh Financial Times dan Harris terhadap 1.000 orang dewasa di Jerman, Italia, Spanyol, Prancis dan Inggris.
Hanya sebanyak 26% warga Jerman yang merasa Yunani pasti akan bisa mengembalikan dana bailout yang sudah dua kali dikucurkan tersebut. Hal yang sama juga dikemukakan 25% warga Prancis yang menilai negara-negara Uni Eropa harus melakukan segala cara menahan Yunani tetap masuk Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, sentimen negatif dari warga Jerman ini tidak sejalan dengan hasil pooling dari warga Italia dan Spanyol yang memilih supaya Yunani bertahan di Uni Eropa.
Awal tahun ini, pemilih Yunani mengakhiri kebuntuan politik berbulan-bulan dengan memilih partai-partai pro bailout di pemilu yang paling menentukan. Hasil pemilu memberikan cukup suara bagi konservatif pro penghematan dan partai sosialis untuk membentuk koalisi pemerintahan.
Untuk sementara ketakutan mengenai perpisahan Yunani dari zona Eropa bisa diredam. Namun hal ini tidak menghapus masalah utama yang dihadapi Yunani dan negara zona Eropa lainnya, meski mereka berpisah atau tetap bersatu.
Setidaknya, kemenangan partai konservatif New Democracy yang berjanji terus bekerjasama dengan Eropa sudah cukup bagus daripada dua kemungkinan hasil yang paling ditakutkan para investor.
(ang/dnl)











































