Harga Daging Belum Turun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

Harga Daging Belum Turun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 03 Sep 2012 14:35 WIB
Harga Daging Belum Turun, Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Jakarta - Pasca Lebaran, harga daging sapi di pasar justru tetap bertahan tinggi bahkan kian melambung. Saat ini, harga untuk 1 Kg daging sapi berhasil tembus Rp 95.000/Kg

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, pasca lebaran sejatinya harga daging sapi turun. "Kami sudah survei ke beberapa pasar, harga daging masih Rp 90-95 ribu. Padahal seharusnya setelah Lebaran ini turun," kata Sarman saat dihubungi detikFinance, Senin (3/9/12).

Bahkan Sarman mengatakan, harga daging sapi sempat mencapai Rp 100-110 ribu per kg pada H-1 Lebaran. Harga daging sapi pada Lebaran tahun ini merupakan harga tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas kemarin H-1 Lebaran harganya Rp 100-110 ribu. Tertinggi dalam 5 tahun terakhir," tambahnya

Lebih lanjut Sarman mengatakan, lazimnya, harga daging sapi per kg setelah lebaran hanya berkisar di harga Rp 65-70 ribu. Menurutnya, harga akan berangsur membaik jika pemerintah menambah pasokan dengan menaikkan kuota impor daging sapi.

"Normalnya itu Rp 65-70 ribu. Harga sekarang seharusnya turun, ini belum turun-turun. Ini karena pasokan kurang, pemerintah menurunkan kuota impor kita secara drastis. Kalau pemerintah nambah kuota, saya yakin ini nggak bakal terjadi," paparnya.

Secara terpisah, Sekjen Asosisasi Pengusaha Ritel Indonesia, Satria Hamid mengatakan, fenomena yang sama terjadi di ritel modern. Harga daging sapi di ritel saat ini mencapai Rp 80-90 ribu. Fenomena yang tak pernah terjadi selama 4 tahun terakhir.

"Harga naik hingga 30%, sedangkan kuantitas turun. Normalnya Rp 65-70 ribu. Ini tetap di Rp 80-90 ribu. Selama 4 tahun terakhir, ini fenomena yang sehabis Lebaran nggak turun," ungkapnya.

Bahkan, ia menyebutkan kemungkinan harga akan menembus Rp 100 ribu kembali, apabila tidak segera ada tindak lanjut dari pemerintah. "Harga ini bisa sampe Rp 100 ribu kalau pemerintah tidak segera mengantisipasi," pungkasnya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads