Pemerintah Dapat Tambahan US$ 6,2 Miliar dari LNG Tangguh
Rabu, 01 Sep 2004 00:29 WIB
Jakarta - Pemerintah diperkirakan akan mendapatkan tambahan pendapatan sebesar US$ 6,2 miliar dari penjualan LNG Tangguh selama 25 tahun. Pendapatan itu berasal dari penjualan dua train LNG yang berkapasitas 7 juta ton per tahun yang saat ini masih akan dibangun.Demikian diungkapkan Vice President BP Tangguh Lukman Mahfoedz di Hotel Marriot, Jakarta, Selasa (31/8/2004)."Pembangunan dua train LNG itu diperkirakan akan memberi pemasukan bagi pemerintah sebesar US$ 6,2 miliar untuk penjualan LNG selama 25 tahun," ujarnya.Ditambahkan Lukman, BP saat ini telah mendapatkan komitmen lebih dari 7 juta ton per tahun, yaitu Fujian Cina sebanyak 2,6 juta ton per tahun, Sempra asal AS yang sebentar lagi akan diteken 3,7 juta ton per tahun, dua perusahaan asal Korea Selatan, masing-masing Posco 550.000 ton per tahun dan K Power 600.000-800.000 ton per tahun.Terkait dengan besarnya volume komitmen tersebut, Lukman menjelaskan BP tengah melakukan studi untuk meningkatkan kapasitas trainnya dari 7 juta ton menjadi 8 juta ton. "Kami tengah melakukan studi untuk memperbesar kapasitas dua train yang sebelumnya masing-masing bervolume 3,5 juta ton per tahun menjadi 4 juta ton per tahun," jelasnya.Proyek Tangguh berada di Teluk Bintuni, Papua. BP Indonesia memiliki saham sebanyak 37,16 persen, sisanya antara lain dipegang oleh CNOOC Ltd sebanyak 16,96 persen, MI Berau BV (kini dimiliki oleh Mitsubishi Corporation dan INPEX Corporation) saham sebanyak 16,30 persen, Nippon Oil Exploration Berau saham sebanyak 12,23 persen, dll.
(mar/)










































