Musim kemarau di Indonesia diprediksi akan semakan parah atau menuju El Nino. Pemerintah sedang menyiapkan beberapa strategi untuk menekan dampak dari El Nino.
"Mengacu prediksi BMKG, bahwa diprediksi masih dalam batas normal atau tidak ada kelainan ekstrem cuaca di Indonesia, tetapi tentu saja kecenderungan mengarah ke El Nino, tentu saja berarti problem kita gimana manfaatkan potensi air yang memungkinkan," kata Menteri Pertanian Suswono di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/9/2012)
Suswono mengatakan pemerintah akan memperbaiki irigasi teknis karena selama ini kan 52% irigasi kita rusak dan berat. "Daerah-daerah yang memiliki sumber air dari sungai, maupun air tanah, tentu upaya kita lakukan pompanisasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintah akan memanfaatkan lahan rawa yang potensi airnya masih ada. Diharapkan ini bisa ditanam untuk penggunaan tanaman pangan.
"Ini upaya-upaya yang kita lakukan, tentu nanti juga koordinasi dengan PU yang akan sediakan embung yang nanti akan kita optimalkan sebagai cadangan air saat musim kemarau atau El Nino," katanya.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran darurat, sebagai kebutuhan antisipasi kemarau.
"Dari dana kontigensi itu salah satunya ke pompanisasi itu, yang Rp 1,4 triliun itu sebagian ke pompa, sudah dieksekusi. Sekarang sedang penyiapan, karena ini masuk anggaran 2012, terlepas nanti iklimnya seperti apa yang pasti kita optimalkan. Juga ada tambahan dari APBN-P, kalau bisa dimanfaatkan ya," katanya.
(hen/dnl)










































