Diperkirakan akan hanya ada 6 dari 9 proyek Tol Tran Jawa dapat beroperasi sesuai dengan target. Keenam ruas tol tersebut yaitu Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Solo-Ngawi. Ngawi-Kertosono. Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya. Sementara itu tiga ruas lainnya yakni Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang diperkirakan mundur hingga 2015.
Djoko menyebutkan ruas tol yang dapat menghubungkan jalut Trans Jawa ini sulit terealisasi karena kendala tanah. Misalnya rencana tol Semarang-Batang-Cirebon sulit selesai sesuai dengan target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ruas tol Trans Jawa yang lain yaitu Kertosono-Mojokerto pun menurut Djoko masih terkendala proses pembebasan tanah yang tersendat-sendat. "Mojokerto Kertosono sekarang jalan, masalahnya tanah juga, duitnya ada, bangunnya semangat tapi pembebasan tanahnya agak tersendat-sendat," jelasnya.
Sementara untuk ruas tol yang lain, Djoko mengatakan akan berjalan sesuai target, seperti contohnya untuk rusa tol Kertosono-Ngawi-Solo.
Ia mengatakan, bulan Desember nanti pihak swasta yaitu Thiess akan mulai mengerjakan proses konstruksi proyek ruas tol ini.
"Kertosono Ngawi Solo sebagian dikerjakan oleh pemerintah, kemarin sudah undang Thiess dan sudah tender konstruksinya, dia berjanji bulan
Desember antara Solo Ngawi yang sudah kita kerjakan, asing juga akan mengerjakan," pungkasnya.
(zlf/hen)











































