Hatta mengatakan, pihaknya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum berbicara mengenai pembangunan bandara yang direncanakan oleh PT Angkasa Pura II ini.
"Saya tahu ada kontroversial tentang bandara, tapi Menhub dan saya belum sampai pembahasan itu, tentu akan dibahas bagaimana tata ruangnya, bagaimana teknisnya," ungkapnya, Selasa (4/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang tata ruang belum ada karena Pemda Jabar telah menetapkan pelabuhan di Kertajati, pelabuhan atau bandara internasional yang berbasis kepada logistik. 60 km di luar bandung," jelas Hatta.
"Jadi ini memerlukan penyesuaian antara fs dengan kondisi real yg ada yg dikaitkan tata ruang," imbuhnya.
Lebih lanjut Hatta mengatakan, Bandara Soekarno Hatta saat ini berencana memperluas areanya dengan menambah landasan dan terminal. Menurut Hatta itu bisa menampung kapasitas hingga 100 juta penumpang, sedangkan saat ini jumlah penumpang di Bandara Soetta sendiri baru mencapai 60 juta orang.
"BUMN kita AP (Angkasa Pura) baru memikirkan perluasan Bandara Soekarno Hatta, baik terminal maupun penambahan runway ketiga shg mengakomodir hingga 100 juta penumpang, sekarang 60 juta," tegasnya.
Padahal sebelumnya, Kementerian Perhubungan optimisitis bandara baru di Karawang, Jawa Barat ditargetkan dibangun tahun 2015. Bandara tersebut, dilengkapi oleh infrastruktur pendukung moderen. Rencananya bandara internasional ini berkonsep eco-green dilengkapi fasilitas seperti jalan tol dan kereta bandara.
"Ada toll road juga sama kereta bandara dari Karawang ke Jakarta," ungkap Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti.
Ia menjelaskan bandara yang akan mendukung operasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang ini akan berkonsep eco-airport. Selain itu, Herry menjelaskan jika ada beberapa investor dari dalam dan luar negeri yang mulai tertarik untuk ikut serta dalam pembangunan bandara Karawang ini.
(zlf/dru)











































