Setelah Lingkungan dan Perikanan, BPK Lakukan Audit Pangan 2013

Setelah Lingkungan dan Perikanan, BPK Lakukan Audit Pangan 2013

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 16:24 WIB
Setelah Lingkungan dan Perikanan, BPK Lakukan Audit Pangan 2013
Jakarta - Setelah sukses mengaudit sektor pertambangan dan lingkungan hidup termasuk kehutanan, BPK siap menggarap audit perikanan di semester 2 tahun 2012 ini. Bahkan rencana selanjutnya, BPK akan garap sektor audit pangan pada tahun 2013. Mengapa BPK tertarik untuk menggarap audit pangan ?

"3 hari kita puasa makan tahu dan tempe karena mahalnya harga kedelai dan berhenti produksi para perajin. Hidup orang Indonesia bagaikan melayang karena tidak makan tahu dan tempe selama 3 hari padahal Itu bukan makanan utama," ucap Ali Masykur Musa saat penutupan pertemuan BPK dan JAN Malaysia di Sheraton Senggigi Hotel, Lombok, Selasa (04/09/12).

Bagi BPK makanan utama seperti beras dan pangan pada umumnya sangat penting dan akan menjadi barang mahal nantinya. Jika beras langka dan terjadi krisis nantinya, khusus di Asia maka beras akan menjadi kebutuhan yang ada dan sangat berpengaruh pada dunia pangan internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beras nantinya akan diperebutkan oleh wilayah Asia khususnya wilayah Asia Tengah dan juga Amerika ini sangat penting untuk keberlanjutan pangan kita kedepan," katanya.

BPK sendiri mulai tahun 2010 memberikan perhatian lebih selain pada pos audit dalam pengertian APBN. Pos audit harus bergeser pada audit kinerja. Hal-hal yang menyangkut itu semua adalah bagian dari kewenangan BPK yang dahulu kurang didorong.

"Kita tidak mau di konfrontir pada satu negara karena masalah beras ini. Food security pada pemeriksa audit harus menjai tanggung jawab kita semua. Setelah forest management dan UU fishing kita akan masuk pada pangan," pungkasnya.

(wij/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads