"3 hari kita puasa makan tahu dan tempe karena mahalnya harga kedelai dan berhenti produksi para perajin. Hidup orang Indonesia bagaikan melayang karena tidak makan tahu dan tempe selama 3 hari padahal Itu bukan makanan utama," ucap Ali Masykur Musa saat penutupan pertemuan BPK dan JAN Malaysia di Sheraton Senggigi Hotel, Lombok, Selasa (04/09/12).
Bagi BPK makanan utama seperti beras dan pangan pada umumnya sangat penting dan akan menjadi barang mahal nantinya. Jika beras langka dan terjadi krisis nantinya, khusus di Asia maka beras akan menjadi kebutuhan yang ada dan sangat berpengaruh pada dunia pangan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPK sendiri mulai tahun 2010 memberikan perhatian lebih selain pada pos audit dalam pengertian APBN. Pos audit harus bergeser pada audit kinerja. Hal-hal yang menyangkut itu semua adalah bagian dari kewenangan BPK yang dahulu kurang didorong.
"Kita tidak mau di konfrontir pada satu negara karena masalah beras ini. Food security pada pemeriksa audit harus menjai tanggung jawab kita semua. Setelah forest management dan UU fishing kita akan masuk pada pangan," pungkasnya.
(wij/dru)











































