Daya Saing RI Terus Melorot, Sofjan Wanandi: Birokrasi Daerah Makin Gawat

Daya Saing RI Terus Melorot, Sofjan Wanandi: Birokrasi Daerah Makin Gawat

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 11:37 WIB
Daya Saing RI Terus Melorot, Sofjan Wanandi: Birokrasi Daerah Makin Gawat
Jakarta -

Kabar daya saing Indonesia versi World Economic Forum (WEF) menurun dari 46 menjadi 50, ternyata membuat bingung pengusaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengaku sudah tak punya ide mencari jalan keluarnya.

Sofjan mengatakan, penurunan daya saing tersebut masih dipicu dari masalah klasik yang belum juga dibenahi pemerintah. Misalnya soal birokrasi dan korupsi, infrastruktur, gejolak buruh, dan lain-lain.

"Tahun lalu turun, sekarang turun, pemerintah mesti koreksi dan introspeksi. Saya tak melihat ada pelaksanaan perbaikan. Di daerah birokrasi makin gawat, saya juga nggak tahu, kita juga bingung jalan keluarnya seperti apa," kata Sofjan kepada detikFinance, Kamis (6/9/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya jika kondisi ini tak diperbaiki maka peluang Indonesia menggaet investasi akan semakin berat. Para investor akan lebih memilih negara-negara tetangga yang punya daya saing lebih tinggi seperti Malaysia, Thailand, dan lain-lain.

"Saya pikir dampaknya investasi nggak masuk ke kita, orang (investor) pikir akan pilih investasi di negara lain," katanya.

Tahun ini peringkat daya saing ekonomi Indonesia versi WEF 2012-2013 turun 4 peringkat dari 46 tahun lalu menjadi peringkat 50. Indonesia pun makin ketinggalan dengan Malaysia yang menduduki peringkat 25 di dunia.

Pada survei tersebut dikatakan, daya saing Indonesia turun 4 peringkat menjadi posisi 50 di dunia. Indonesia berada di belakang, Malaysia (25), Brunei Darussalam (28), China (29), serta Thailand (38).

Sementara itu versi WEF untuk daya saing Indonesia 2011-2012, Indonesia telah mengalami penurunan 2 peringkat dari 44 menjadi 46.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads