Kasihan, 35% Balita di Indonesia Berbadan Pendek

Kasihan, 35% Balita di Indonesia Berbadan Pendek

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 16:23 WIB
Kasihan, 35% Balita di Indonesia Berbadan Pendek
Jakarta - Berdasarkan status gizi anak Indonesia pada 2010 terdapat 35,6% Balita Indonesia berbadan pendek dan 17,9% mengalami gizi buruk. Jika hal ini tidak segera diatasi secepat mungkin akan berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas anak pada jangka panjang.

"Pada 2010, status gizi Balita di Indonesia, sekitar 35,6% balita bertubuh pendek, 17,9% statusnya gizi kurang, 14,2% berbadan gemuk, dan 13,3% berbadan kurus," kata Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nina Sardjunani di acara Gerakan Nasional Sadar Gizi di Gedung Bappenas, Kamis (6/9/2012).

Dikatakan Nina, jumlah 35,6% balita berbadan pendek, Indonesia menduduki peringkat 37 di antara negara-negara di dunia. "Yang ironisnya Indonesia menduduki urutan 37 dari negara-negara seluruh dunia yang memiliki balita berbadan pendek," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menurunkan angka tersebut kata Nina, pemerinah berinisiatif mengeluarkan gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) Movement yang merupakan upaya global dari berbagai negara dalam rangka memperkuat komitmen dan rencana aksi percepatan perbaikan gizi.

"Upaya SUN Movement tersebut salah satunya gerakan penanganan gizi bayi sejak 1.000 hari dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun," ucapnya.

Sasaran gerakan 1.000 hari kehidupan tersebut ucap Nina menyasar Ibu hamil, Ibu menyusui dan aak usia 0-23 bulan. "Difokuskan ke Ibu hamil yakni untuk menurunkan proporsi ibu usia subur yang menderita anemia sebanyak 50%, Ibu menyusui yakni untuk meningkatkan prosentase ibu yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan paling kurang 50%, dan sasaran Anak usia 0-23 bulan menurunkan proporsi anak balita yang menderita kurus (wasting) kurang dari 5%," jelasnya.

Salah satu daerah yang paling banyak Balitanya berbadan pendek di Indonesia kata Nina ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), kondisi NTT (balita berbadan pendek) hampir sama di Afganistan yang menduduki urutan pertama di dunia yang paling banyak anak berbadan pendek.

"NTT kondisinya seperti di Afganistan, di Afganistan hampir 59% balitanya berbadan pendek, ini yang menjadi fokus kita untuk mengurangi angka balita berbadan pendek di NTT, salah satunya gerakan 1.000 hari pertama kehidupan dengan menjaga asupan gizinya," tandas Nina.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads