Agus Marto Angkat Bicara Soal Penurunan Daya Saing RI

Agus Marto Angkat Bicara Soal Penurunan Daya Saing RI

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 06 Sep 2012 18:30 WIB
Agus Marto Angkat Bicara Soal Penurunan Daya Saing RI
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menanggapi turunnya peringkat daya saing RI dari 46 menjadi 50 versi World Economic Forum (WEF). Menurut Agus, pemerintah akan membenahi penurunan tersebut dengan menggalakkan program reformasi birokrasi.

"Reformasi birokrasi ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, di RKP kan ada 11 prioritas, No.1 nya reformasi birokrasi. Pada 2007, dilakukan program reformasi birokrasi tingkat nasional disupervisi langsung oleh Wapres," kata Agus, Kamis (6/9/2012)

Agus menjelaskan reformasi birokrasi memaksa kementerian/lembaga melakukan 8 area perubahan. Delapan area itu mencakup penyesuaian peraturan, administrasi, perampingan, sampai dengan memperbaiki pelayanan masyarakat dan perubahan dari mindset organisasi, produktivitas harus meningkat dan pelayanan kepada masyarakat harus meningkat, produktivitas per pegawai yang meningkat di birokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reformasi birokrasi itu kan bukan program yang selesai, justru akan terus berjalan ke depan. Jadi nanti akan ada tim evaluasi dari tim independen dan quality assurance akan menilai," katanya,

Sementara itu terkait korupsi, Agus menuturkan komitmen pemerintah dalam pelaksanaan anti korupsi ini tinggi. Misalnya ditandai dengan undang-undang, Perpres dan inpres khusus anti korupsi.

"Kita melihat upaya-upaya bukan hanya penegakan hukum, tapi juga pencegahan, mulai dari laporan harta kekayaan sampai kemudian melakukan penindakan sampai whistle blowing system," katanya.

perbaikan internal control, ini semua dilakukan.kalau kemudian dilihat di pemerintah ataupun pejabat di daerah ataupun di anggota parlemen yang terkena penegakan hukum adalah bentuk daripada reformasi birokrasi dan upaya-upaya antikorupsi yang dijalankan. jadi ke depan kita akan terus berkomitmen untuk itu.

Menanggapi hasil survei WEF, Agus menegaskan bahwa survei tersebut harus dilihat lewat pembanding dengan negara yang sejajar. Ia pun tidak terlalu khawatir turunnya rating Indonesia oleh WEF akan mempengaruhi investasi.

"Kalau saya melihat kalau ada satu survei, kamu musti perhatikan bahwa survei itu ada yang dilakukan masing-masing insititusi kepada 1 negara, yang saya hargai adalah misalnya seperti moody's, fitch, oecd, ketika dia menilai Indonesia, yang dinilai itu Indonesianya," katanya.

Tahun ini peringkat daya saing ekonomi Indonesia versi WEF 2012-2013 turun 4 peringkat dari 46 tahun lalu menjadi peringkat 50. Indonesia pun makin ketinggalan dengan Malaysia yang menduduki peringkat 25 di dunia.

Pada survei tersebut dikatakan, daya saing Indonesia turun 4 peringkat menjadi posisi 50 di dunia. Indonesia berada di belakang, Malaysia (25), Brunei Darussalam (28), China (29), serta Thailand (38).

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads