“Pimpin atau pergi: ini adalah keputusan logis yang harus diambil oleh Jerman. Serahkan takdir Anda bersama seluruh Eropa, ambil resiko tenggelam atau berenang bersama, atau tinggalkan euro, karena jika Anda pergi, masalah dengan zona euro akan lebih baik,” kata milyarder dan dermawan kelahiran Hungaria ini dalam wawancara dengan Financial Times, dikutip dari CNBC (10/9/2012).
“Semuanya tergantung pada sikap Jerman. Jika mereka bersikeras dengan kebijakan penghematan, untuk menguatkan keadaan deflasi saat ini, dan mereka tidak bergeming, maka sebenarnya lebih baik jika Jerman pergi.”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dengan mengumumkan kemungkinan intervensi Bank Sentral Eropa seharusnya mengurangi resiko utama yakni Madrid harus membayar obligasi-obligasinya. Tapi hal ini tidak akan cukup untuk menghentikan sprial deflasi sekarang, kata Soros. Dia menyarankan supaya Spanyol tidak meminta bantuan hingga punya sandaran.
Permintaan untuk memperketat syarat penghematan dari negara seperti Spanyol dan Italia akan memperkuat divisi di zona euro antara debitur dan kreditur: “Ini adalah sebuah langkah maju untuk membuat Eropa dua lapis secara permanen.”
Soros, 82, akan membeberkan ketakutannya bahwa pemisahan seperti itu akan berujung pada kolapsnya mata uang Euro, pasar publik dan Uni Eropa sebagai satu kesatuan dalam pidatonya di Berlin, Senin malam waktu setempat. Dia juga telah menerbitkan sebuah essay panjang mengenai tragedi Eropa di New York Review of Books terbaru.
Dia sudah menyatakan dengan jelas bahwa solusi terbaik versinya adalah Jerman meninggalkan kondisi deflasinya dan bersikap seperti penguasa yang murah hati terhadap rekan-rekannya, daripada meninggalkan euro.
“Secara politik hal ini akan menjadi pukulan besar. Semua pihak pro Eropa yang saya kenal terkejut dengan ide bahwa Jerman harus keluar dari euro. Tapi sebenarnya yang lebih diinginkan adalah jika Jerman merubah hatinya. Begitu mereka melihat biaya yang harus ditanggung, mungkin mereka tak ingin keluar.”
Demi mencegah konfrontasi saat ini antara debitur dan kreditur menjadi permanen, butuh otoritas fiskal Eropa (EFA) yang matang – semacam monetary fund Eropa yang bisa memperkirakan resiko solvabilitas semua obligasi pemerintah yang dibeli oleh Bank Sentral Eropa, kata Soros.
Zona euro harus mencapai angka pertumbuhan setidaknya 5% dengan inflasi yang lebih tinggi untuk periode terbatas daripada yang direncanakan oleh German Bundesbank. Tanpa prospek pertumbuhan, debitur akan terjebak dalam deflasi dan tak lama lagi terpaksa masuk kondisi gagal bayar.
Sebuah EFA akan mengambil alih dana darurat zona euro (440 milyar euro dari European Financial Stability Facility dan 500 milyar euro dari European Stability Mechanism) dan menetapkan pendanaan pengurangan utang.
Dewan penasehat ekonomi baru-baru ini sudah mengajukan pendanaan semacam 'dana pengurangan utang' ke pemerintah Jerman. Pendanaan itu akan mengambil semua utang pemerintah zona euro sebesar 60% dari GDPnya, batas atas utang yang seharusnya mereka capai.
Pendanaan itu kemudian menerbitkan UU pengurangan utang sebagai obligasi gabungan negara-negara zona euro. Soros menyarankan obligasi itu harus diperlakukan sebagai kolateral berkualitas tertinggi oleh Bank Sentral Eropa dan akan sangat menarik bagi investor.
“Anda punya deposit sekitar 700 milyar euro di Bank Sentral Eropa yang saat ini menghasilkan bunga nol. Daripada menyimpan uang tersebut di Bank Sentral Eropa, bank-bank akan beralih ke obligasi tersebut yang memiliki suku bunga lebih baik daripada nol.”
Konsep memberi utang zona euro sebuah jaminan gabungan ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Jerman. Kanselir Angela Merkel dan Menteri Keuangan Wolfgang Schäuble setuju bahwa hal itu tidak akan terjadi hingga sebuah serikat fiskal didirikan di Eropa untuk mengawasi kedisiplinan anggaran. Banyak di antara para pendukungnya langsung menolak ide tersebut.
“Kecuali mereka mengubah pandangannya terhadap euro, berarti mereka -tanpa bermaksud- mendorong Eropa ke situasi yang tidak bisa ditoleransi,” kata Soros. “Kekuatiran saya yang sebenarnya adalah euro sekarang membahayakan Uni Eropa. Jika euro berpencar dalam situasi sengit, Eropa akan jauh memburuk daripada saat pertama kali krisis melanda.”
Soros mengatakan akan diserang di Jerman karena berbicara sebagai spekulator finansial. “Tapi saya bukan hanya seorang spekulator. Saya telah pensiun secara efektif. Saya rasa hal yang pantas untuk bicara terang-terangan di usia seperti saya,” pungkas Soros.
(ang/ang)











































