Usai rapat tersebut, Agus mengungkapkan Komisi XI DPR tidak fokus dalam menyelesaikan agenda pembahasan dengan memberikan pernyataan atau komentar di luar konteks pembahasan.
"Ya namanya kalau diputar-putar itu tidak benar," ujar Agus Marto ketika ditanya mengenai penggebrakan meja yang dilakukannya pada rapat RAPBN 2013 tadi pagi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan ekonomi tidak sama dengan kemakmuran rakyat. Gini rasio kita makin memburuk, sekarang 80 persen penduduk di desa, sisanya 20 persen di kota, dan pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh masyarakat kota," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin menyatakan selama ini Indonesia mendapatkan pujian di G20, tapi justru tidak membawa kemakmuran bagi rakyat. Untuk itulah, lanjutnya, harus ada rincian, misalnya pengguran, kemiskinan, lapangan kerja.
"Jadi dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, harus memberikan peningkatan daya beli masyarakat, dan saya minta mereka lampirkan dalam asumsi makro," ujarnya.
Jika indikator tersebut tidak dilampirkan, tegas Kamaruddin, pihaknya tidak akan menyetujui asumsi makro RAPBN 2013. "Kita tidak akan setujui kalau tidak cantumkan indikator itu. Lampirannya harus jadi satu," pungkasnya.
Dalam rapat tadi pagi, pembahasan RAPBN 2013 ini banjir tanggapan dari Anggota DPR. Agus Marto merasa gusar dengan berlarut-larutnya pembahasan awal RAPBN 2013 yang belum memasuki pembahasan asumsi makro.
"Begini Pak, kemarin Bapak Ibu ada agenda politik, kami maklum, meskipun kami sakit, karena jadwal kami padat, kalau bicara asumsi ini, supaya bisa turunkan, alokasi anggaran-anggaran, supaya kementerian dapat bekerja. Kami seharusnya mendampingi Kementerian ESDM di Komisi VII untuk pembahasan subsidi," ujar Agus Marto.
Berlarutnya pembahasan ini disebabkan adanya permintaan Anggota Komisi XI terkait indikator kesejahteraan masyarakat seperti asumsi penurunan kemiskinan dan pengangguran serta gini rasio. Menanggapi hal itu, Agus Marto mengaku akan menindaklanjuti masalah tersebut, tetapi dia mengharapkan jangan sampai karena kekurangan itu maka jadwal pembahasan jadi molor.
Agus Marto bersikeras terhadap jadwal ini, karena berdasarkan pengalamannya pada pembahasan RAPBN-P 2012, karena lamanya pembahasan, rakyat jadi menderita karena ketidakjelasan kebijakan.
"Kalau harga minyak tidak dimasukkan (lebih dulu), waktu pembahasan BBM Maret yang secara berlebihan, expected inflation itu sudah terjadi, ini rakyat juga yang menderita," tegasnya sambil menggebrak meja.
Namun, Agus Marto segera mencairkan suasana dengan memberikan penjelasan bahwa tindakannya tersebut hanya meniru tindakan salah seorang anggota Komisi XI DPR RI, yaitu Harry Azhar Azis yang sempat menggebrak meja sewaktu pembahasan RAPBN 2013 beberapa waktu lalu.
"Ini saya ngikutin Pak Harry saja ya gebrak meja," ungkapnya diiringi tawa para peserta rapat.
(nia/dnl)











































