"Ya kita akan tanyakan kepada Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Pertamina," kata Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto kepada detikFinance, Selasa (11/9/2012).
Sebelumnya Deputi Bidang Usaha Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Dwijanti Tjahjaningsih mengaku belum menerima laporan secara tertulis terkait akuisisi saham perusahaan minyak asal Venezuela tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi Pertamina juga membutuhkan modal untuk membangun refinary di dalam negeri untuk mengurangi keperluan devisa dan mengimpor BBM yang saat ini menjadi salah satu komponen dalam defisit neraca perdagangan," tambahnya.
Pada kesempatan itu, ia mengaku untuk proses akuisisi perusahaan apalagi yang berada di luar negeri membutuhkan sebuah proses dan prosedur yang tidak pendek.
"Biasanya prosesnya lebih panjang tidak bisa langsung diputuskan. Tahapannya bertingkat mulai dari Letter of Intent, prosses due diligent sampai dengan transaksi dilaksanakan," tutupnya.
(hen/ang)











































