Lewat program ini, para sarjana akandikirim bertugas melakukan pendampingan kepada pencari kerja dan kelompok usaha masyarakat binaan di bidang penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja.
"Ini adalah contoh sukses untuk dijadikan model dari program kami terhadap lulusan sarjana yang belum dapat pekerjaan. Melalui program ini diharapkan mereka (sarjana) bisa mandiri dan maksimalkan potensi daerah setempat," katanya saat ditemui di Desa Cijambe, Subang Jawa Barat, Rabu (12/09/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menambah kualitas sarjana dan mengurangi pengangguran. Kita akan perbanyak di tahun 2013 dengan anggaran yang juga kita akan perbanyak," katanya.
Program TKS juga untuk mendayagunakan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki sarjana dalam melaksanakan program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat.
"Sarjana pendamping yang diterjunkan ke masyarakat ini merupakan lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan tetap, tapi berminat mengabdikan dirinya secara sukarela," kata Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin.
Mereka menjadi motivator, fasilitator, inovator, komunikator dan dinamisator bagi kelompok masyarakat yang didampinginya.
Selain itu, para sarjana pendamping pun dapat melakukan tugasnya dengan menangani bursa kerja online (BKOL), penyuluhan calon TKI, dan petugas pengantar/perantara kerja bagi para pencari kerja usia muda.
"Hari ini saya berikan dana bantuan subsidi untuk program Tenaga Kerja Sarjana sebesar Rp 50 juta, itu salah satu contohnya," tutupnya.
Sarjana yang ingin mengikuti program ini, caranya adalah mendaftar ke dinas tenaga kerja di kabupaten. Nanti akan ada seleksi dan diberi pelatihan selama 10 hari lalu dilepas ke lapangan untuk pendampingan.
Nanti sarjana terpilih bakal mendapat uang tunjangan dan transport Rp 1,5 juta per bulan selama 2 tahun. Akan ada 1.000-1.300 sarjana yang direkrut tahun depan.
(wij/dnl)











































