INDEF: RI Tak Perlu Ikut-ikutan Terbitkan ASEAN Bonds
Kamis, 02 Sep 2004 15:25 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif INDEF Iman Sugema menilai pemerintah sebenarnya masih bisa memobilisasi dana domestik untuk pembangunan infrastruktur bagi peningkatan investasi daripada ikut-ikutan menerbitkan obligasi ASEAN."Tidak usah jauh-jauh dengan menerbitkan obligasi ASEAN, tapi bisa saja dengan menerbitkan obligasi di dalam negeri karena dana masyarakat yang tersimpan di perbankan nasional masih sangat besar," kata Iman di Hotel Sahid, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Kamis, (2/9/2004).Ia menyebutkan, saat ini tingkat saving rate mencapai 25 persen dari PDB. Sedangkan, investasi hanya tercatat 19-20 persen."Jadi masih ada spread lima persen yang bisa dioptimalkan untuk menggerakkan investasi," katanya.Iman juga mempertanyakan keefektifan obligasi ASEAN bagi pembiayaan infrastruktur. Apalagi, jika pembangunan infrastruktur itu dikaitkan dengan upaya menggerakkan investasi. Pasalnya, dari total investasi yang sebesar 19-20 persen dari PDB, ternyata foreign direct invesment (FDI)-nya hanya dua persen saja."Itu berarti kebanyakan investasi yang ada masih berupa investasi nasional," katanya. Saat disinggung masih tingginya saving rate dibandingkan dengan dana untuk investasi, ia menyebutkan, hal itu disebabkan dana yang ada di masayarakat lebih banyak terserap ke perbankan yang semakin menunjukkan ekonomi Indonesia yang didominasi perbankan.Sedangkan perbankan sendiri, kata dia, masih mengalami kesulitan dalam menyalurkan kreditnya.
(mi/)











































