Pertamina Akan Kelola Cepu Jika Miliki Pendanaan
Kamis, 02 Sep 2004 18:40 WIB
Jakarta - Pertamina menegaskan pengoperasian Blok Cepu pasca 2010 akan dilakukannya sendiri hanya jika perseroan mendapatkan pendanaan, baik dari pinjaman maupun obligasi.Dengan demikian Pertamina berharap revaluasi aset perusahaan dapat segera dituntaskan agar rencana penerbitan obligasi dapat terealisasi. Hal ini disampaikan Dirut Pertamina Widya Purnama dikantornya, Jl. Perwira, Jakarta, Kamis, (2/9/2004)."Opsi utama pasca kontrak Exxon Mobil pasca 2010 adalah pengoperasian lapangan itu oleh Pertamina, tapi kita harus liat kemampuan finansial. Kita inginnya menerbitkan obligasi, tapi kendalanya kita belum memiliki neraca awal karena proses revaluasi aset masih menunggu pihak Depkeu," katanya.Jika revaluasi aset sudah tuntas, lanjut dia, maka Pertamina masih harus menjalani audit terlebih dahulu. "Jadi proses penerbitan obligasi masih lama," tandasnya.Dikatakan, jika saat itu ternyata Pertamina menghadapi kendala finansial maka perusahaan akan memilih opsi kedua yaitu membuka peluang kepada perusahaan lain untuk bekerjasama dalam mengelola Cepu. Dengan demikian, kata dia, peluang Exxon untuk mengelola Blok Cepu kembali masih terbuka. "Kita akan undang perusahaan-perusahaan besar untuk jadi partner termasuk Exxon, tapi yang harus ditekankan perusahaan harus untung. Jadi kita akan evaluasi sebaik-baiknya siapa yang pantas menjadi partner," kata dia.Menurut Widya, jika opsi kedua diambil Pertamina, maka proses penawaran kemungkinan akan mulai dibuka pada tahun 2005 agar Blok Cepu dapat segera berproduksi. Namun demikian, ia mengingatkan bagaimana pun Pertamina tetap berharap bisa menjalankan opsi pertama agar mendapatkan keuntungan.Komisaris MenolakDi tempat yang sama, Wakil Dirut Mustiko Saleh mengatakan, keputusan penolakan perpanjangan kontrak Cepu merupakan suara bulat jajaran komisaris dan direksi. Penolakan tersebut terkait dengan ketidaksetujuan Pertamina atas head of agreement yang diusulkan Exxon dan direksi lama."Dalam head of agreement Exxon meminta bagi hasil 60:40, kita tidak setuju itu," katanya.Selain itu, Exxon juga hanya bersedia membayar kompensasi pada Pertamina atas perpanjangan kontrak dimuka sebesar 40 juta dolar AS dalam bentuk tunai dan sekitar 360 juta dolar AS dalam bentuk aset."Padahal zaman Pak Baihaki, Pertamina meminta kompensasi 400 juta dolar AS dalam bentuk cash," katanya.Atas keputusan tidak memperpanjang Blok Cepu, Pertamina juga menyampaikan keinginannya agar Exxon melakukan kewajibannya dalam mengelola Cepu hingga kontrak berakhir.Seperti yang diberitakan sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR hari Rabu (25/8/2004), Widya Purnama menegaskan, pihaknya tidak akan memperpanjang kontrak ExxonMobil di Blok Cepu yang akan berakhir tahun 2010. Pertamina memutuskan untuk mengelola blok itu sendiri karena dinilai akan menguntungkan perusahaan. Keputusan itu, menurut Widya, merupakan salah satu strategi Pertamina untuk mengalahkan perusahaan minyak asal Malaysia, Petronas.
(mi/)











































