Beberapa regulasi baru seperti aturan waralaba terbaru dan rencana peraturan toko modern, toko makan dan toko tak akan berdampak pada omzet waralaba tahun ini.
"Sebenarnya pembatasan itu tidak mempenguruhi omzet tapi kepemilikannya saja," kata Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit di acara peresmian Franchise & License Indonesia Expo tahun 2012 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Levita, bisnis waralaba asing maupun lokal akan terus tumbuh di Indonesia karena meningkatnya daya beli masyarakat Indonesia. Meskipun adanya pembatasan kepemilikan. Ia juga menilai, bisnis waralaba akan terus berkembang pesat, akibat inovasi yang tinggi dari para pengusaha-pengusaha muda yang sebagian besar menggerakkan bisnis waralaba.
"Untuk outlet yang berkembang itu orang muda. Sekarang umur 20 tahun ke atas sudah sukses," tambahnya.
Meski demikian ia mengaku ada sedikit kekhawatiran pelaku waralaba akibat peraturan pembatasan kepemilikan waralaba, juga rencana peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur bisnis waralaba yang akan terbit. "Itu akan membuat bisnis tidak akan favorit lagi," tutupnya.
(hen/hen)










































