"Saat itu kita akan rapat di ITB, saat break, Widjajono menarik saya dan mengeluhkan susahnya jadi seorang birokrat. Pur, gila ya, susah bener ya jadi Birokrat itu," kata Purnomo sambil menirukan gaya Widjajono di acara pelunduran buku 'Widja Dalam Kenangan Sahabat', di Energy Building, Minggu (16/9/2012).
Saat itu, sambung Purnomo, dirinya hanya berpesan kepada Widjajono setiap sarapan pagi tidak lupa meminum pil 'Sabar'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, dirinya pun sampai hari ini, selama 20 tahun menjadi seorang birokrat tidak pernah lupa minum 3 butir pil sabar setiap harinya.
"Saya saja 20 tahun menjadi birokrat, tiap pagi selalu minum 3 butir pil sabar," katanya.
Makanya lanjut Purnomo, seorang profesor jika menjadi seorang birokrat bisa menjadi dua, benar-benar sebagai profesor atau menjadi seorang profokator.
"Jadi seorang profesor, itu setelah di birokrat bisa menjadi profesor benar atau bisa menjadi seorang profokator. Itu saja bedanya," tandasnya.
(rrd/dru)











































