Nih, Perusahaan Raksasa Teknologi dengan Omzet Fantastis

Nih, Perusahaan Raksasa Teknologi dengan Omzet Fantastis

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 17 Sep 2012 10:40 WIB
Nih, Perusahaan Raksasa Teknologi dengan Omzet Fantastis
Jakarta - Teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat modern saat ini. Aktivitas seluruh masyarakat sangat dipermudah dan dibantu dengan adanya teknologi.

Karena tergantungnya terhadap perkembangan teknologi, banyak perusahaan berlomba-lomba menciptakan atau mengeluarkan produk teknologi yang canggih. Alhasil perusahaan-perusahaan ini meraup banhyak omzet.

Mulai dari Apple yang terkerek pendapatannya karena penjualan iPad dan iPhone hingga Ituit perusahaan yang mengembangkan layanan peranti lunak atau software pun memperoleh pendapatan dari pelanggaan UKM dan layanan pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini hasil penelusuran detikFinance terhadap 7 perusahaan terbaik yang bergerak dalam bidang teknologi seperti dilansir dari situs CNN, Senin (17/9/2012). Mari, intip satu per satu?

Adobe

Sebagai perusahaan multimedia yang bergerak dalam bidang pebuatan peranti lunak, 2011 merupakan perubahan tahun yang baik dalam perubahan strategi Adobe. Adobe telah merancang produk-produk Flash untuk mendukung cepatnya perkembangan web HTML5 dengan meluncurkan peralatan web animasi bernama Edge.

Laba perusahaan tembus US$ 833 juta, dari pendapatan yang sebesar US$ 4,2 miliar. Pendapatan Adobe, melampaui 10 persen dari target yang telah ditetapkan.

Intuit

Intuit dikenal dengan produknya yakni turboTax atau QuickBook. Intuit memberikan jasa layanan bisnis dan manajemen keuangan untuk perusahaan kecil dan menengah serta perseorangan.

Pendapatan yang didapat oleh Intuit, 30 persen disokong oleh produk perpajakan. Pada tahun 2011 merupakan tahun emas bagi Intuit. Pendapatan Intuit naik US$ 634 juta atau meningkat 11 persen menjadi US$ 3,9 miliar. Dengan mesin penggeraknya berasal dari segmen pelanggan pajak dan UKM.

EMC

Jumlah sumber data yang tersedia saat ini tumbuh 50 kali lebih cepat, bahkan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

EMC merupakan perusahaan jasa penyimpanan data dan solusi yang menggabungkan sistem penyimpanan data dari peranti lunak dan keras untuk membantu mengelola data perusahaan yang sangat banyak. Pendapatan EMC pada triwulan I tahun 2012 naik 62 persenatau mendekati US$ 3,1 miliar.

Amazon

Tidak seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Amazon berani mengorbankan keuntungan jangka pendeknya untuk sebuah pencapaian jangka panjang. Sehingga pada tahun 2011, pendapatan Amazon tembus US$ 48 miliar namun keuntungan turun sebesar 55 persen menjadi US$ 631 juta.

Amazon mengalokasin banyak modalnya untuk ekspansi bisnis, termasuk rencana membuka 17 pusat penjualan baru. Pada tahun yang sama, Amazon.com juga merilis the Kindle Fire yakni sebuah tablet yang telah terjual 6 juta unit hanya pada sesi liburan.

Google

Pada tahun 2011, menjadi periode transisi di Google. Eric Schmidt sebagai CEO digantikan oleh Larry Page pada April 2012, yakni sosok yang tak lama muncul setelah perampingan bisnis Google menjadi 6 bidang yakni mesin pencari, media sosial, mobile, dan ads.

Google pun melakukan beberapa proses akusisi dengan menggelontorkan dana US$ 12,5 miliar untuk mengambil alih Motorola dan US$ 125 juta untuk Zagat. Para pengguna Google pun bisa menikmati layanan terbaru dari Gmail, YouTube dan google Reder serta Google pun melebarkan sayapnya hingga jejaring sosial berupa Google+ juga ekspansinya dalam Android. Menurut pengakuan SVP Goggle, Andy Rubin, setiap harinya sebanyak 700.000 layanan Andorid dipergunakan.

IBM

Pada tahun 1911, raksasa baru ini lahir dalam penggabungan 3 bidang bisnis berbeda yakni menjadi sebuah perusahaan komputerisasi-tabulasi-rekaman. 1 abad setelah didirikan, IBM merayakan ulang tahun ke-100 dengan pendapatan tahunan yang tembus US$ 15,9 miliar, atau meningkat 7% setiap tahunnya.

Pendapatan tertinggi datang dari negara  Brasil, Rusia, India dan Cina. IBM saat sedang aktif melakukan kampanye mengatasi permasalahan dunia mulai dari kemacetan hingga pengelolaan air.

Apple

Apple memiliki kinerja yang meningkat dalam beberap tahun ini. Hal ini didukung oleh rencana kemunculan generasi ketiga iPad, sehingga tidak diragukan lagi rencana itu mengerek penjualan Apple semakin kinclong. Tahun 2011, merupakan tahun emas Apple meskipun pada tahun 2011 juga telah ditinggal selamanya oleh pendiri Apple, Steve Jobs.

Dibawah tangan CEO Tim Cook, pendapatan Apple tembus US$ 108 miliar, kenaikan itu didorong oleh peningkatan penjualan iPhone yang tembus 81 persen dan penjualan iPad yang naik 334 persen.
Halaman 2 dari 8
(hen/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads