"Yang sangat positif alah kebijakan fiskal yang dibuat Indonesia telah sukses mengontrol rasio utang terhadap PDB," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle, di Jakarta, Senin (17/9/2012).
Selain itu, Koeberle menyatakan Indonesia juga telah membuktikan diri mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen dalam 3 tahun terakhir, saat kondisi ekonomi global belum pulih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait RAPBN 2013, Koeberle menilai pemerintah Indonesia telah berpatokan pada kebijakan fiskal yang memiliki parameter tepat. Kemudian parameter tersebut akan mampu mempertahankan pertumbuhan.
"Karena Indonesia telah mampu mengatur kebijakan makronya secara konsisten pada masa sebelumnya. Jadi kami pikir ini akan berlanjut ke depannya," jelasnya.
Koeberle menilai yang terpenting adalah pemerintah Indonesia melanjutkan reformasi struktural yang menjadi fundamental bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
"Mengalokasikan anggaran pendidikan, mengurangi anggaran subsidi dengan tujuan meningkatkan jaminan sosial," pungkasnya.
(nia/hen)











































