Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan EE. Mangindaan di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2012).
"Sedang dikaji, karena tidak bisa berdiri sendiri KRL itu, harus sejalan dengan moda-moda yang lain," ungkap Mangindaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti KRL diharapkan semuanya itu AC, kalau AC kan pasti tambah-tambah, untuk perawatan dan sebagainya. Kalau dipasang AC yang sebenarnya di setiap gerbong itu Rp 300 juta. Tapi kalaui hanya AC split itu cuma Rp 2 juta. Sedang diperhitungkan sedemikian rupa Kalaupun naik sejalan dengan yang lain," papar Mangindaan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan mengatakan akan membenahi layanan dan fasilitas Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek. Rencananya hingga 2018/2019, kapasitas angkut KRL akan mencapai hingga 1,5 juta penumpang.
(zlf/dnl)











































